Kepolisian siapkan delapan kompi untuk pengamanan gedung MK
Jumat, 24 Mei 2019 16:33 WIB
Persiapan Brimob untuk mengantisipasi kedatangan massa menjelang kedatangan Tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi untuk melaporkan penyelenggaraan Pemilu yang dianggap diwarnai kecurangan, Jumat (24/5/2019). (ANTARA/ A Rauf Andar Adipati)
Jakarta (ANTARA) - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk pengamanan di Gedung Mahkamah Konstitusi pada Jumat (24/5/2019).
"Sekarang ini yang ada di kantor MK, gabungan TNI-Polri ada delapan kompi," kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan saat ditemui di Gedung MK, Jumat siang.
Harry kemudian menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan pengamanan untuk mengantisipasi adanya aksi damai yang mungkin terjadi.
Selain itu, Harry menegaskan bahwa kepolisian sama sekali tidak menghalang-halangi masyarakat untuk melakukan aksi, sepanjang mereka mengantungi izin dari Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.
Sejak kemarin, Polisi telah menutup akses jalan menuju Jalan Merdeka Barat dari arah Patung Arjunawijaya dengan menggunakan pagar besi dan kawat.
Sampai Jumat pukul 13.25, Kepolisian dari unsur Brimob pun telah disiagakan di sekitar Gedung MK. Selain menyiapkan personel, Brimob juga telah menyiapkan mobil pengurai massa, barracuda, dan water cannon.
Selain Brimob, petugas dari kesatuan Marinir TNI-AL dengan dilengkapi tameng dan tongkat juga telah disiagakan.
Hari ini tim hukum dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno dijadwalkan akan mengajukan gugatan ke MK terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang dianggap diwarnai kecurangan. Pasukan Marinir disiagakan untuk mengantisipasi kedatangan massa menjelang kedatangan Tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi untuk melaporkan penyelenggaraan Pemilu yang dianggap diwarnai kecurangan, Jumat (24/5/2019). (ANTARA/ A Rauf Andar Adipati). (A Rauf Andar Adipati)
"Sekarang ini yang ada di kantor MK, gabungan TNI-Polri ada delapan kompi," kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan saat ditemui di Gedung MK, Jumat siang.
Harry kemudian menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan pengamanan untuk mengantisipasi adanya aksi damai yang mungkin terjadi.
Selain itu, Harry menegaskan bahwa kepolisian sama sekali tidak menghalang-halangi masyarakat untuk melakukan aksi, sepanjang mereka mengantungi izin dari Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.
Sejak kemarin, Polisi telah menutup akses jalan menuju Jalan Merdeka Barat dari arah Patung Arjunawijaya dengan menggunakan pagar besi dan kawat.
Sampai Jumat pukul 13.25, Kepolisian dari unsur Brimob pun telah disiagakan di sekitar Gedung MK. Selain menyiapkan personel, Brimob juga telah menyiapkan mobil pengurai massa, barracuda, dan water cannon.
Selain Brimob, petugas dari kesatuan Marinir TNI-AL dengan dilengkapi tameng dan tongkat juga telah disiagakan.
Hari ini tim hukum dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno dijadwalkan akan mengajukan gugatan ke MK terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang dianggap diwarnai kecurangan. Pasukan Marinir disiagakan untuk mengantisipasi kedatangan massa menjelang kedatangan Tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi untuk melaporkan penyelenggaraan Pemilu yang dianggap diwarnai kecurangan, Jumat (24/5/2019). (ANTARA/ A Rauf Andar Adipati). (A Rauf Andar Adipati)
Pewarta : A Rauf Andar Adipati /Unggul Tri Ratomo
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komnas HAM harap Bawaslu tingkatkan pengawasan sukseskan Pilkada serentak 2024
19 November 2024 10:56 WIB, 2024
Bawaslu Papua sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif bagi mahasiswa
12 October 2024 15:02 WIB, 2024
Akademisi Uncen: penyelenggara pemilu di Tanah Papua harus independen
04 October 2024 9:04 WIB, 2024
Pj Gubernur Papua minta penyelenggara pemilu perkuat mitigasi Pilkada
29 August 2024 14:40 WIB, 2024
Pj Gubernur Papua Tengah minta penjabat daerah wajib netral jelang Pilkada
31 July 2024 17:45 WIB, 2024
Pj Gubernur Papua Tengah: 36.308 petugas Pemilu masuk program jaminan sosial
24 July 2024 18:58 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polisi tangkap dua pengedar ganja di Abepura beserta bukti 14 paket siap edar
15 April 2026 7:04 WIB