300 seniman tampilkan musik Aquistik Biak Harmoni di Festival BMW
Senin, 1 Juli 2019 16:55 WIB
Sebanyak 300 seniman menampilkan musik Aquistik Biak Harmoni dalam menyukseskan festival Biak Munara wampasi VII berlangsung 1-6 Juli, Senin (1/7). (ANTARA News Papua/Muhsidin)
Biak (ANTARA) - Sebanyak 300 seniman dari 15 sanggar seni di Kabupaten Biak Numfor, Papua, menampilkan atraksi musik Aquistik Biak Harmoni dalam rangka menjaga keharmonisan kehidupan dan menyukseskan pesta budaya festival Biak Munara Wampasi VII (BMW), Senin (1/7).
"Kolaborasi musik aquistik dari seniman berbagai sanggar seni merupakan pentas seni terbesar di Kabupaten Biak Numfor," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Turbey Onisimus Dangeubun di Biak, Senin.
Ia mengakui penampilan musik Aquistik dan tarian kolosal di ajang festival BMW VII untuk menyakinkan bahwa seni dapat menyatukan perbedaan dan mengikat semangat nasionalisme.
Onisimus Dangeubun berharap Harmoni Biak yang dipentaskan dalam musik Aquistik menjadi penyemangat warga Kabupaten Biak Numfor untuk mengelorakan semangat kebersamaan, keharmonisan dan kerukunan untuk menjawab inovasi perubahan Biak visi misi Biak relegius berkarakter dan berbudaya.
"Keinginan menjaga harmoni Biak senantiasa menjadi komitmen semua warga sehingga Biak menjadi destinasi wisata unggulan di tanah Papua," ujarnya.
Ia mengakui, talenta seniman di Kabupaten Biak Numfor sangat melimpah, sehingga perlu diberikan ruang untuk mengekspesikan hobi dan bakatnya.
Pada penampilan musik Aquistik gabungan 15 sanggar seni Biak menyajikan empat lagu daerah Biak, di antaranya Byaki sub Byaki, Wampasi Wambarek, Mansaso Mansonanem serta Makadi Sero.
"Kolaborasi musik aquistik dari seniman berbagai sanggar seni merupakan pentas seni terbesar di Kabupaten Biak Numfor," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Turbey Onisimus Dangeubun di Biak, Senin.
Ia mengakui penampilan musik Aquistik dan tarian kolosal di ajang festival BMW VII untuk menyakinkan bahwa seni dapat menyatukan perbedaan dan mengikat semangat nasionalisme.
Onisimus Dangeubun berharap Harmoni Biak yang dipentaskan dalam musik Aquistik menjadi penyemangat warga Kabupaten Biak Numfor untuk mengelorakan semangat kebersamaan, keharmonisan dan kerukunan untuk menjawab inovasi perubahan Biak visi misi Biak relegius berkarakter dan berbudaya.
"Keinginan menjaga harmoni Biak senantiasa menjadi komitmen semua warga sehingga Biak menjadi destinasi wisata unggulan di tanah Papua," ujarnya.
Ia mengakui, talenta seniman di Kabupaten Biak Numfor sangat melimpah, sehingga perlu diberikan ruang untuk mengekspesikan hobi dan bakatnya.
Pada penampilan musik Aquistik gabungan 15 sanggar seni Biak menyajikan empat lagu daerah Biak, di antaranya Byaki sub Byaki, Wampasi Wambarek, Mansaso Mansonanem serta Makadi Sero.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jenazah pencipta lagu Papua Pulau Indah Yance Rumbino dimakamkan Pulau Wundi
30 May 2024 12:13 WIB, 2024
Udeido Collective dorong pengembangan potensi seniman muda di Papua
01 February 2024 15:33 WIB, 2024
Seniman Papua konsisten menciptakan karya musik guna mengisi pembangunan
29 June 2023 2:20 WIB, 2023
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB