Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritisi rencana pemerintah yang ingin membangun Istana Kepresidenan di Papua, karena itu bukan solusi yang dibutuhkan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di wilayah tersebut.

"Menurut saya itu (membangun Istana Kepresidenan di Papua) bukan solusi. Tanya kepada masyarakat apa yang dibutuhkan masyarakat Papua," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya usai menerima konsultasi dengan para tokoh Provinsi Papua dan Papua Barat, di Kompleks Parlemen.

Dia meminta pemerintah melakukan kajian karena Papua terdapat tujuh wilayah adat sehingga semua pihak harus diajak bicara.

Fadli menilai jangan sampai menyelesaikan masalah dengan satu pihak namun dengan pihak lain masih ada masalah.

"Tanya masyarakat Papua, apa yang mereka inginkan karena tadi dikatakan mereka merasa dalam banyak hal tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan," ujarnya.

Fadli mengatakan para tokoh Papua dan Papua Barat menginginkan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) yang sudah berjalan 21 tahun.

Dia menjelaskan, para tokoh Papua menilai ada persoalan regulasi yang kurang dalam Otsus dan ada praktek yang tidak sesuai dengan harapan serta banyak masukan dari sisi sejarah.

"Dari sisi pelaksanaan otonomi ini akan kami formulasikan semua masukan, termasuk dari tokoh-tokoh perempuan Papua yang kritis akan didengarkan," katanya.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024