Menkeu Mulyani: Sistem keuangan RI terkendali meski global bergejolak
Dari kiri ke kanan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah dalam jumpa pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/01/2020). (Antara News/Dewa Wiguna)
"Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tetap mewaspadai potensi risiko yang berasal dari ekonomi global maupun yang berasal dari dalam negeri," kata Sri Mulyani Indrawati yang sekaligus Ketua KSSK dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Penilaian tersebut disampaikan Sri Mulyani setelah KSSK melakukan rapat berkala pada Senin (20/01) bersama anggota KSSK lain, di antaranya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.
Beberapa kondisi geopolitik, lanjut dia, masih perlu mendapat perhatian, termasuk kelanjutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit.
Dalam kesempatan itu, Menkeu juga menyebutkan sejumlah perkembangan positif juga terjadi, di antaranya kemajuan perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Kesepakatan kedua ekonomi besar dunia itu, kata dia, turut mendorong ketidakpastian yang mereda yang berdampak menurunnya risiko di pasar keuangan global.
Kondisi itu, lanjut dia, mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing ke negara berkembang, termasuk ke Indonesia.
Sementara itu dari sisi domestik, lanjut Sri Mulyani, perekonomian Indonesia tetap memiliki daya tahan antara lain dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi RI yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi khususnya di sektor bangunan.
"Ekspor mulai meningkat meskipun kinerja investasi non bangunan masih perlu mendapat perhatian," kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Terkait permasalahan yang menimpa beberapa lembaga jasa keuangan, Sri Mulyani menambahkan langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi dan komprehensif, dan sedang dilakukan.
Untuk itu KSSK akan meningkatkan koordinasi kebijakan baik fiskal moneter dan mikro-prudensial perbankan untuk mempertahankan stabilitas sistem keuangan Indonesia dan juga dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi RI.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Sri Mulyani: Defisit APBN menurun hingga 3,29 persen pada Oktober
16 November 2021 13:17 WIB, 2021
Menkeu Sri Mulyani: Pengelolaan keuangan daerah belum efisien dan efektif
13 September 2021 14:11 WIB, 2021
Menkeu Sri Mulyani sebut pemda belum optimalkan TKDD untuk pembangunan
13 September 2021 14:00 WIB, 2021
Menkeu Sri Mulyani sebut 96,5 juta dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan
30 August 2021 13:54 WIB, 2021
Menkeu: Dana pendidikan mencapai Rp500 triliun beberapa tahun terakhir
04 August 2021 11:25 WIB, 2021
Menkeu Sri Mulyani sebut program PC-PEN berhasil lindungi kelompok rentan
15 July 2021 18:35 WIB, 2021
Menkeu apresiasi fitur ekonomi digital permudah masyarakat membayar pajak
14 July 2021 8:26 WIB, 2021
Menkeu: Realisasi belanja pengadaan vaksin COVID-19 capai Rp10,2 triliun
12 July 2021 14:57 WIB, 2021