Pintu masuk wilayah di perbatasan RI-PNG masih ditutup cegah COVID-19
Minggu, 15 Agustus 2021 11:53 WIB
Akses pintu masuk wilayah perbatasan RI dengan Papua Nugini yang masih ditutup guna mencegah penularan virus corona. ANTARA/Hendrina D. Kandipi
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua memastikan jalur perbatasan antara negara RI dan Papua Nugini masih ditutup guna mencegah penularan COVID-19 setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, 3, dan level 2 di daerah ini.
Kepala Biro Perjalanan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai melalui laman daerah, Minggu, meminta masyarakat untuk bersabar menunggu pembukaan akses di wilayah perbatasan sebab kondisi penularan COVID-19 saat ini masih cukup tinggi.
"Memasuki pertengahan tahun 2021, kami berpikir bahwa jalur formal di wilayah perbatasan akan segera dibuka, khusus untuk pelayanan pengiriman barang, baik dari Indonesia ke PNG maupun sebaliknya. Akan tetapi, dengan kondisi saat ini, akses barang juga belum dapat kami buka,"ujarnya.
Belum dibukanya akses keluar masuk di perbatasan, menurut Suzana Wanggai, karena melihat lonjakan kasus masih sangat tinggi.
"Makanya, kami berharap seluruh masyarakat wilayah perbatasan maupun sebaliknya untuk bisa bersabar,"ungkapnya.
Suzana Wanggai mengatakan bahwa pemerintah provinsi setempat tetap akan mencari solusi untuk menghidupkan kembali perekonomian di wilayah perbatasan di tengah pandemi COVID-19.
Kendati demikian, kata Suzana Wanggai, semua pihak tidak mengambil keputusan yang dapat melanggar aturan mengingat kasus penularan COVID saat ini yang masih tinggi.
"Apalagi, akan menggelar PON XX Papua pada bulan September–Oktober 2021 sehingga semua pihak bisa menunggu sampai kondisi pandemi dapat dikendalikan," katanya.
Kepala Biro Perjalanan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai melalui laman daerah, Minggu, meminta masyarakat untuk bersabar menunggu pembukaan akses di wilayah perbatasan sebab kondisi penularan COVID-19 saat ini masih cukup tinggi.
"Memasuki pertengahan tahun 2021, kami berpikir bahwa jalur formal di wilayah perbatasan akan segera dibuka, khusus untuk pelayanan pengiriman barang, baik dari Indonesia ke PNG maupun sebaliknya. Akan tetapi, dengan kondisi saat ini, akses barang juga belum dapat kami buka,"ujarnya.
Belum dibukanya akses keluar masuk di perbatasan, menurut Suzana Wanggai, karena melihat lonjakan kasus masih sangat tinggi.
"Makanya, kami berharap seluruh masyarakat wilayah perbatasan maupun sebaliknya untuk bisa bersabar,"ungkapnya.
Suzana Wanggai mengatakan bahwa pemerintah provinsi setempat tetap akan mencari solusi untuk menghidupkan kembali perekonomian di wilayah perbatasan di tengah pandemi COVID-19.
Kendati demikian, kata Suzana Wanggai, semua pihak tidak mengambil keputusan yang dapat melanggar aturan mengingat kasus penularan COVID saat ini yang masih tinggi.
"Apalagi, akan menggelar PON XX Papua pada bulan September–Oktober 2021 sehingga semua pihak bisa menunggu sampai kondisi pandemi dapat dikendalikan," katanya.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLBN Skouw perketat pengamanan sejumlah jalur tikus menjelang Tahun Baru 2026
29 December 2025 15:35 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB