
Pencarian enam ABK Bintang Laut di perbatasan RI-PNG terkendala cuaca

Jayapura (ANTARA) - Kepala Kantor SAR Merauke Rudi mengatakan, pencarian terhadap enam anak buah kapal (ABK) KM.Bintang Laut yang tenggelam di perairan sekitar perbatasan RI-PNG pada Selasa, (20/1) terkendala cuaca.
"Saat ini tercatat enam ABK KM Bintang Laut yang masih dinyatakan hilang dan masih dilakukan pencarian," kata Kepala Kantor SAR Merauke Rudi, Jumat.
Enam ABK yang hilang itu adalah Muhammad Rifai, Syahrul Ramdani, Lukman Hidayat, Sabriansyah, Tri Pandu Novianto dan Dede Insan Permana.
Dihubungi dari Jayapura, dia mengatakan, kapal penangkap cumi yang tenggelam saat berada di perairan sekitar perbatasan RI-PNG.
Kapal naas yang tenggelam setelah diterjang ombak itu membawa 19 ABK namun 13 orang termasuk satu diantaranya telah diselamatkan kapal ikan yang sedang melintas di dekat TKP.
Ke-13 ABK yang diselamatkan, termasuk satu orang diantaranya meninggal itu adalah Setiawan, Apan Supandi, Asep Purnama Sidik, Ujang Ramdani, Sawon, Abdullah, Heriawan, Supriyono, Dedi Sukanto, Ahmad Idwar Juarsi, Achmad Dicki Dermawan dan Rudiono.
Sedangkan ABK yang meninggal yakni Asep Roslana, kata Rudi seraya mengaku, saat ini mereka sudah berada di Merauke dan mendapat pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kumbe.
"Tim SAR gabungan yang terdiri dari SAR Merauke, Kodaeral XI, Polair Polres Merauke, Kementerian Kelautan dan Perikanan Merauke serta KSOP Merauke, dikerahkan untuk melakukan pencarian," kata Kepala SAR Merauke Rudi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pencarian enam ABK Bintang Laut di perbatasan RI-PNG terkendala cuaca
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
