Sekda Jayawijaya minta Dinkes dan Disdik gencarkan sosialisasi vaksinasi pelajar
Kamis, 7 Oktober 2021 3:44 WIB
Sekda Jayawijaya, Provinsi Papua Tinggal Wusono. (FOTO ANTARA/Marius Frisson Yewun)
Wamena, Papua (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Tinggal Wusono minta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menggencarkan sosialisasi vaksin COVID-19 bagi pelajar di sekolah-sekolah.
"Laporan Disdik menyebutkan vaksinasi di sekolah belum berjalan lancar sehingga perlu peningkatan sosialisasi," katanya di Wamena, Rabu.
"Ini menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah daerah untuk bagaimana pelaksanaan vaksinasi terus berjalan. Dengan kondisi ini memang sosialisasi kita gencarkan," tambahnya.
Ia mengatakan dinas-dinas tersebut harus melibatkan juga tokoh-tokoh di masyarakat agar siswa dan siswi yang berhak divaksin bisa mendapatkan hak mereka.
"Syarat masuk sekolah itu adalah vaksinasi, terutama pada tenaga guru. Yang kedua anak-anak sekolah yang sudah bisa menerima vaksin. Hanya untuk kita di Wamena perlu sosialisasi, edukasi dan kalau perlu harus ada contoh," katanya.
Pemerintah daerah mengharapkan orang tua murid dari anak berusia 12 tahun ke atas memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka sehingga berperan serta dalam vaksinasi karena tujuannya menekan penularan COVID-19.
"Harapan pemerintah daerah, jika vaksinasi bisa dilakukan secara menyeluruh, tatap muka di sekolah bisa berjalan lebih fleksibel. Tetapi ketika vaksinasi belum dilakukan secara penuh maka ada pembatasan-pembatasan yang memang harus diikuti oleh orang tua dan anak-anak," kata Tinggal Wusono.
Sebelumnya, Dinkes mengakui angka vaksinasi anak sekolah di Jayawijaya belum sampai 50 persen sebab sebagian orang tua enggan mengizinkan anak mereka divaksin.
"Laporan Disdik menyebutkan vaksinasi di sekolah belum berjalan lancar sehingga perlu peningkatan sosialisasi," katanya di Wamena, Rabu.
"Ini menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah daerah untuk bagaimana pelaksanaan vaksinasi terus berjalan. Dengan kondisi ini memang sosialisasi kita gencarkan," tambahnya.
Ia mengatakan dinas-dinas tersebut harus melibatkan juga tokoh-tokoh di masyarakat agar siswa dan siswi yang berhak divaksin bisa mendapatkan hak mereka.
"Syarat masuk sekolah itu adalah vaksinasi, terutama pada tenaga guru. Yang kedua anak-anak sekolah yang sudah bisa menerima vaksin. Hanya untuk kita di Wamena perlu sosialisasi, edukasi dan kalau perlu harus ada contoh," katanya.
Pemerintah daerah mengharapkan orang tua murid dari anak berusia 12 tahun ke atas memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka sehingga berperan serta dalam vaksinasi karena tujuannya menekan penularan COVID-19.
"Harapan pemerintah daerah, jika vaksinasi bisa dilakukan secara menyeluruh, tatap muka di sekolah bisa berjalan lebih fleksibel. Tetapi ketika vaksinasi belum dilakukan secara penuh maka ada pembatasan-pembatasan yang memang harus diikuti oleh orang tua dan anak-anak," kata Tinggal Wusono.
Sebelumnya, Dinkes mengakui angka vaksinasi anak sekolah di Jayawijaya belum sampai 50 persen sebab sebagian orang tua enggan mengizinkan anak mereka divaksin.
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Editor Papua
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayapura imbau warga vaksinasi anjing peliharaan mencegah rabies
28 September 2024 18:44 WIB, 2024
Pemprov Papua imbau orang tua melakukan vaksinasi rotavirus bagi anak
30 January 2023 12:46 WIB, 2023
Dinkes Biak Numfor persiapkan layanan vaksinasi COVID-19 booster kedua
29 January 2023 18:02 WIB, 2023
Dinkes Jayapura tetap laksanakan vaksinasi penguat booster bagi masyarakat
04 January 2023 16:56 WIB, 2023
Polres Biak siapkan gerai vaksin COVID-19 untuk warga merayakan Natal
23 December 2022 14:48 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Papua Pegunungan dukung pembukaan lahan pertanian 800 hektare di Jayawijaya
22 April 2026 11:40 WIB
Wali Kota Jayapura serahkan bantuan keagamaan Rp100 juta bagi TK di Kotaraja
20 April 2026 19:01 WIB