Atlet para-atletik Indonesia meraih dua medali emas pada AYPG 2021
Sabtu, 4 Desember 2021 10:51 WIB
Tim para-atletik Indonesia berfoto bersama setelah dua wakilnya yakni Sholahuddin Al Ayyubi dan Muhamad Dimas Ubaidillah meraih emas pada perlombaan Asian Youth Para Games (AYPG) di Khalifa Sports City Stadium, Isa Town, Bahrain, Jumat (3/12/2021) malam WIB. (ANTARA/HO-NPC Indonesia)
Jakarta (ANTARA) - Atlet Indonesia meraih dua medali emas pada ajang Asian Youth Para Games (AYPG) 2021 dari cabang olahraga para-atletik yang berlangsung di Khalifa Sports City Stadium, Isa Town, Bahrain, Jumat malam WIB.
Sholahuddin Al Ayyubi menjadi penyumbang emas pertama untuk skuad Merah Putih setelah menjadi yang terbaik pada disiplin tolak peluru kategori F40/41 putra.
Dari enam lemparan, atlet 17 tahun itu mencatat tolakan terbaik sejauh 8,01 meter. Hasil ini diraih pada lemparan pertama sehingga secara keseluruhan, Sholahuddin mengumpulkan 385 poin.
Dia mengalahkan atlet asal Srilanka, Jason Jayawardana dan Mahdi Ghorbani Kolanijadid dari Iran yang masing-masing membawa pulang perak dan perunggu.
"Saya sangat bahagia bisa mempersembahkan medali emas bagi negara Indonesia tercinta, terlebih lagi hari ini bertepatan dengan hari disabilitas internasional," kata Sholahuddin dalam keterangan resminya.
Sementara itu, emas kedua Indonesia disumbangkan Muhamad Dimas Ubaidillah setelah finis tercepat 58,59 detik pada nomor lari 400 meter T11 putra.
Selain meraih dua emas, pada hari pertama para-atletik Indonesia juga mampu menyumbangkan satu medali perak dan satu perunggu.
Medali perak berasal dari Firza Faturahman Listianto pada lari 400m T46 dan medali perunggu dari lari 200 m putri kategori T37 melalui Yunika Anas Tasya.
"Atlet-atlet pada hari pertama ini sangat luar biasa meskipun mereka semua atlet baru yang mengikuti event internasional. Tetapi mereka justru berlomba tanpa beban dan sangat bersemangat sehingga mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia,” kata pelatih para-atletik, Purwo Adi Sanyoto.
Sementara itu, CdM Kontingen Indonesia, Edward Hutahayan, menyambut gembira keberhasilan atlet yang mampu merebut medali.
"Para-atletik mampu menyumbangkan dua medali emas, satu perak dan satu perunggu bagi Indonesia. Semoga medali emas ini menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan atlet lainnya untuk merebut medali lebih banyak lagi," kata Edward Hutahayan.
Pada Sabtu, atlet Indonesia akan kembali berburu medali dari cabang olahraga para atletik, para-renang dan boccia.
Sholahuddin Al Ayyubi menjadi penyumbang emas pertama untuk skuad Merah Putih setelah menjadi yang terbaik pada disiplin tolak peluru kategori F40/41 putra.
Dari enam lemparan, atlet 17 tahun itu mencatat tolakan terbaik sejauh 8,01 meter. Hasil ini diraih pada lemparan pertama sehingga secara keseluruhan, Sholahuddin mengumpulkan 385 poin.
Dia mengalahkan atlet asal Srilanka, Jason Jayawardana dan Mahdi Ghorbani Kolanijadid dari Iran yang masing-masing membawa pulang perak dan perunggu.
"Saya sangat bahagia bisa mempersembahkan medali emas bagi negara Indonesia tercinta, terlebih lagi hari ini bertepatan dengan hari disabilitas internasional," kata Sholahuddin dalam keterangan resminya.
Sementara itu, emas kedua Indonesia disumbangkan Muhamad Dimas Ubaidillah setelah finis tercepat 58,59 detik pada nomor lari 400 meter T11 putra.
Selain meraih dua emas, pada hari pertama para-atletik Indonesia juga mampu menyumbangkan satu medali perak dan satu perunggu.
Medali perak berasal dari Firza Faturahman Listianto pada lari 400m T46 dan medali perunggu dari lari 200 m putri kategori T37 melalui Yunika Anas Tasya.
"Atlet-atlet pada hari pertama ini sangat luar biasa meskipun mereka semua atlet baru yang mengikuti event internasional. Tetapi mereka justru berlomba tanpa beban dan sangat bersemangat sehingga mampu menyumbangkan medali bagi Indonesia,” kata pelatih para-atletik, Purwo Adi Sanyoto.
Sementara itu, CdM Kontingen Indonesia, Edward Hutahayan, menyambut gembira keberhasilan atlet yang mampu merebut medali.
"Para-atletik mampu menyumbangkan dua medali emas, satu perak dan satu perunggu bagi Indonesia. Semoga medali emas ini menjadi pembuka jalan bagi keberhasilan atlet lainnya untuk merebut medali lebih banyak lagi," kata Edward Hutahayan.
Pada Sabtu, atlet Indonesia akan kembali berburu medali dari cabang olahraga para atletik, para-renang dan boccia.
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayapura akomodir sisa kuota 217 calon ASN formasi afirmasi 2021
01 July 2024 15:24 WIB, 2024
Pemkab Biak Numfor prioritaskan pengadaan barang dalam negeri pada 2023
12 December 2022 12:16 WIB, 2022
Kemendagri tetapkan tapal batas Kabupaten Biak Numfor dengan Kabupaten Supiori
24 September 2022 4:52 WIB, 2022
Pemkab Jayapura sebut pertumbuhan ekonomi alami kenaikan 5,06 persen pada 2021
10 June 2022 13:50 WIB, 2022
Pertamina ajak pemenang AJP 2020-2021 wilayah timur Indonesia kunjungi IKN
01 June 2022 22:42 WIB, 2022