DPP TMP: Simulasi sidang PBB memberikan wawasan bagi generasi muda Papua
Jumat, 5 Mei 2023 2:05 WIB
Ketua umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Hendrar Prihadi (kiri) didampingi Sekjen taris Jenderal PYMUN Mardiantika Watubun saat diwawancara usai pembukaan simulasi sidang PBB di Jayapura, Kamis (4/5/2023) . ANTARA/Ardiles Leloltery
Jayapura (ANTARA) - DPP Taruna Merah Putih menyebutkan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilakukan oleh Papua Youth Model United Nation (PYMUN) dapat memberikan wawasan bagi generasi muda Papua dalam berdiplomasi.
"Sehingga kami memberikan apresiasi karena kegiatan ini dapat memberikan wawasan bagi anak-anak muda Papua bahwa berdiplomasi ini perlu teknik," Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Hendrar Prihadi di Jayapura, Kamis.
Menurut Hendrar, berdiplomasi sangat penting dan bisa dilakukan oleh siapa saja, jika ada kemauan dan memahami bagaimana aturan bangsa terhadap kebijakan negara lain di dunia.
"Maka kalau dicontohkan seperti itu anak-anak muda Papua akan mempunyai suatu wawasan dan terinspirasi dan kami yakin jika sudah terinspirasi niat menjadi diplomat ada pada mereka," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PYMUN, Mardiantika Watubun mengatakan dalam simulasi sidang PBB, pihaknya mengangkat empat topik yakni kesehatan terkait stunting, akses pendidikan, perubahan iklim dan kesetaraan gender.
"Empat topik ini dipilih karena kami menganggap memang relevan, bukan hanya secara nasional tetapi juga untuk Papua," katanya.
Dia berharap melalui kegiatan tersebut anak-anak muda Papua lebih paham terkait empat topik yang diusung, sehingga bisa berpartisipasi aktif dalam mengatasi permasalahan tersebut.
"Dalam kegiatan simulasi sidang PBB anak-anak muda Papua berperan sebagai diplomat yang mewakili negara-negara untuk berdiskusi terkait permasalahan yang dipilih," ujarnya.
Pelaksanaan sidang PBB diikuti sekitar 300 - 400 peserta, terutama dari tiga perguruan tinggi yakni Universitas Cenderawasih, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) dan Universitas Yapis Jayapura.
"Sehingga kami memberikan apresiasi karena kegiatan ini dapat memberikan wawasan bagi anak-anak muda Papua bahwa berdiplomasi ini perlu teknik," Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) Hendrar Prihadi di Jayapura, Kamis.
Menurut Hendrar, berdiplomasi sangat penting dan bisa dilakukan oleh siapa saja, jika ada kemauan dan memahami bagaimana aturan bangsa terhadap kebijakan negara lain di dunia.
"Maka kalau dicontohkan seperti itu anak-anak muda Papua akan mempunyai suatu wawasan dan terinspirasi dan kami yakin jika sudah terinspirasi niat menjadi diplomat ada pada mereka," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PYMUN, Mardiantika Watubun mengatakan dalam simulasi sidang PBB, pihaknya mengangkat empat topik yakni kesehatan terkait stunting, akses pendidikan, perubahan iklim dan kesetaraan gender.
"Empat topik ini dipilih karena kami menganggap memang relevan, bukan hanya secara nasional tetapi juga untuk Papua," katanya.
Dia berharap melalui kegiatan tersebut anak-anak muda Papua lebih paham terkait empat topik yang diusung, sehingga bisa berpartisipasi aktif dalam mengatasi permasalahan tersebut.
"Dalam kegiatan simulasi sidang PBB anak-anak muda Papua berperan sebagai diplomat yang mewakili negara-negara untuk berdiskusi terkait permasalahan yang dipilih," ujarnya.
Pelaksanaan sidang PBB diikuti sekitar 300 - 400 peserta, terutama dari tiga perguruan tinggi yakni Universitas Cenderawasih, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) dan Universitas Yapis Jayapura.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SATP Timika libatkan 68 guru kembangkan pedagogi Belajar Kurikulum Merdeka Belajar
16 July 2024 18:57 WIB, 2024
SATP Timika: Papua meraih medali perak di Jenius Science Olympiade 2024
03 July 2024 10:50 WIB, 2024
Pemkot Jayapura: Turnamen futsal dan E-sport meningkatkan minat siswa SD
12 March 2024 3:29 WIB, 2024
Kodam XVII/Cenderawasih bersama karang taruna Numbay gelar pasar murah
31 December 2021 16:26 WIB, 2021
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Gubernur Papua Selatan minta ASN berada di garis depan guna menjaga toleransi
27 February 2026 6:28 WIB
Pemprov Papua sebut tokoh adat jadi jembatan aspirasi pemerintah dan rakyat
15 February 2026 10:48 WIB