PLN sebut cadangan daya listrik Jayapura capai 52,2 MW
Sabtu, 30 Maret 2024 17:43 WIB
General Manager PT PLN (Persero) UIWP2B Budiono. ANTARA/Yudhi Efendi
Sentani, Papua (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyebutkan cadangan daya listrik di Jayapura, Papua, mencapai 52,2 MW atau mencukupi kebutuhan masyarakat termasuk perusahaan dan pemerintah daerah ke depan.
General Manager PLN UIWP2B Budiono di Jayapura, Papua, Sabtu, mengatakan saat ini daya mampu kelistrikan di Jayapura tercatat mencapai 149,56 MW, sementara daya terpakai 96,56 MW, sehingga masih terdapat cadangan 52,2 MW.
"Kami punya cadangan daya masih besar dan ini dapat dimanfaatkan oleh investor maupun pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan," katanya.
Menurut Budiono, cadangan listrik yang ada bisa dimanfaatkan dalam pembangunan berkelanjutan oleh pemerintah daerah guna menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat.
"Cadangan 52,2 MW masih sangat besar untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat maupun kawasan ekonomi khusus," ujarnya.
Dia menjelaskan dengan cadangan daya yang besar, maka pihaknya akan membantu masyarakat orang asli Papua (OAP) yang rumahnya belum ada listrik.
"Mereka harus datang melaporkan atau melalui pemerintah daerah supaya segera kita mengakomodir listrik mereka, tanpa harus mengeluarkan biaya," katanya.
Dia juga menambahkan saat ini pihaknya masih ada program promo penambahan daya listrik untuk pelanggan 450 VA hingga 5.500 VA dengan biaya Rp202.403 yang akan berakhir pada 5 April 2024.
"Ini kesempatan baik untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya. Mereka dapat meningkatkan perekonomiannya dengan memanfaatkan promo ini," ujarnya.
General Manager PLN UIWP2B Budiono di Jayapura, Papua, Sabtu, mengatakan saat ini daya mampu kelistrikan di Jayapura tercatat mencapai 149,56 MW, sementara daya terpakai 96,56 MW, sehingga masih terdapat cadangan 52,2 MW.
"Kami punya cadangan daya masih besar dan ini dapat dimanfaatkan oleh investor maupun pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan," katanya.
Menurut Budiono, cadangan listrik yang ada bisa dimanfaatkan dalam pembangunan berkelanjutan oleh pemerintah daerah guna menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat.
"Cadangan 52,2 MW masih sangat besar untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat maupun kawasan ekonomi khusus," ujarnya.
Dia menjelaskan dengan cadangan daya yang besar, maka pihaknya akan membantu masyarakat orang asli Papua (OAP) yang rumahnya belum ada listrik.
"Mereka harus datang melaporkan atau melalui pemerintah daerah supaya segera kita mengakomodir listrik mereka, tanpa harus mengeluarkan biaya," katanya.
Dia juga menambahkan saat ini pihaknya masih ada program promo penambahan daya listrik untuk pelanggan 450 VA hingga 5.500 VA dengan biaya Rp202.403 yang akan berakhir pada 5 April 2024.
"Ini kesempatan baik untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya. Mereka dapat meningkatkan perekonomiannya dengan memanfaatkan promo ini," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN gandeng Kodam Cenderawasih perkuat pengamanan pembangunan kelistrikan Papua
10 May 2026 14:44 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Gubernur Papua komitmen kembangkan Bandara Serui perkuat konektivitas transportasi
22 May 2026 9:46 WIB