Jayapura (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Sagu yang menampilkan potensi komoditas sagu.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Matheus Philep Koibur kepada ANTARA di Sentani, Sabtu, mengatakan Festival itu tidak hanya memperkenalkan sagu sebagai sumber pangan lokal, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Festival Sagu telah membuka ruang besar untuk mempromosikan sagu ke pelaku industri yang kemudian dapat mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi," katanya.
Menurut Matheus, keberhasilan festival ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain yang juga memiliki potensi sagu, dan ini menjadi ajang bagi masyarakat adat Kampung Yoboi untuk menampilkan berbagai produk olahan berbasis sagu.
"Produk hasil olahan masyarakat adat tidak hanya dalam bentuk makanan tradisional, tetapi juga inovasi produk moderen yang memiliki daya saing di pasar," ujarnya.
Dia menjelaskan hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mengembangkan sektor perkebunan dan pangan lokal, peran masyarakat adat telah menunjukkan bagaimana sagu dapat dikelola secara berkelanjutan.
Dia menambahkan pihaknya berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Papua yang memiliki potensi sagu agar lebih serius dalam pengelolaannya.
"Selain sebagai ajang promosi, Festival Sagu juga menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah daerah untuk berdiskusi mengenai strategi pengembangan industri sagu," ujarnya lagi.*