Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 20 mahasiswa asal Papua dan Papua Pegunungan yang merupakan keluarga pejuang Penentuan Pendapatan Rakyat (Pepera) di Papua mendapatkan beasiswa dari Yayasan Pepera, di Jayapura, Jumat.
Pengurus Yayasan Pepera Lidya Astrid Meset di Jayapura, mengatakan penyerahan beasiswa merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam mendukung dunia pendidikan khususnya dalam membantu mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan potensi akademik.
"Kami meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik dan berdaya saing," katanya.
Menurut Astrid, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan yang selaras dengan arah kebijakan dan rencana pemerintah pusat yang sangat memperhatikan bidang pendidikan terutama di Papua.
"Kami mendukung upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan akses pendidikan, pengembangan kompetensi, serta pembentukan karakter generasi muda," ujarnya.
Dia menjelaskan penyerahan beasiswa saat ini merupakan tahap awal yang akan dievaluasi untuk dikembangkan lebih luas terutama untuk jalur afirmasi mendapatkan apresiasi pemerintah pusat sehingga adanya peningkatan kuantitas dan kualitas penerima beasiswa bahkan sampai ke luar negeri.
"Bantuan beasiswa yang diberikan bukan hanya berupa dukungan finansial tetapi juga merupakan bentuk kepedulian, kepercayaan, dan harapan besar kepada para mahasiswa untuk menyelesaikan studi dengan baik," katanya lagi.
Yayasan Pepera adalah yayasan yang berfokus pada bidang pendidikan dan lebih menitikberatkan pemberian beasiswa kepada keluarga mantan pejuang Pepera di Papua.
Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih (Uncen) Septinus Saa mengatakan pemberian beasiswa ini sangat penting sekali untuk membantu meringankan beban mahasiswa dalam membayar biaya perkuliahan.
"Kami mengapresiasi Yayasan Pepera yang sudah memberikan beasiswa kepada keluarga mahasiswa pejuang Pepera sehingga mereka bisa menyelesaikan studi mereka dengan baik," katanya.
Dia menambahkan sekitar 3.000 mahasiswa di Uncen mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah namun jumlah tersebut belum cukup sebab total mahasiswa di perguruan tinggi tersebut sebanyak 22 ribu orang.
Mahasiswa Universitas Baliem (UniBa) Papua di Kota Wamena, Papua Pegunungan Yuprince Tabuni merasa senang bisa menerima beasiswa tersebut karena sangat membantu orang tua untuk membayar biaya perkuliahan.
"Saya baru semester I dan saya sangat senang sekali, bersyukur mendapatkan beasiswa ini sehingga saya bisa menyelesaikan studi dengan baik," katanya.
Sementara itu, mahasiswa Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Yapis Wamena Chartenz Charly W. Bulibal mengaku terharu setelah terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa dari Yayasan Pepera.
"Kebetulan saya adalah anak yatim tetapi Keinginan saya untuk melanjutkan Kuliah ke jenjang perguruan tinggi sangat besar, oleh karena itu terkadang saya bekerja sampingan untuk membiayai perkuliahan," katanya.
Dia berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, belajar dengan giat, dan menjadi orang yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak yatim dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) juga bisa bermimpi besar menjadi pemimpin di Papua," ujarnya.
Untuk diketahui, 20 mahasiswa keluarga pejuang Pepera di Papua yang menerima bantuan beasiswa dari Yayasan Pepera meliputi 10 mahasiswa Uncen, lima mahasiswa Unaim Yapis Wamena, dan lima mahasiswa UniBa Papua.