Logo Header Antaranews Papua

Disdik Jayapura: Pembentukan karakter anak dimulai dari lingkungan keluarga

Rabu, 3 Desember 2025 10:06 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Amelia Ondikleuw (ANTARA/Agustina Estevani Janggo)

Sentani (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, menekankan pembentukan karakter anak sesungguhnya dimulai dari dalam lingkungan paling inti yakni keluarga.

Kepala Disdik Kabupaten Jayapura Amelia Ondikleuw di Sentani, Selasa, mengatakan agar anak tidak terpengaruh penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan yang tidak sehat, maka orang tua harus mengambil perannya membentuk karakter anak.

"Dalam kaitannya dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah saja, karena orang tua yang memegang kunci utama membentuk karakter anak sejak dini," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya telah memberi ruang bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan sosialisasi di sekolah. Surat imbauan juga telah disampaikan ke kepala sekolah untuk dapat membuka akses kerja sama ini.

"Hal ini dilakukan karena kasus-kasus penyalahgunaan narkotika mulai marak terjadi dan membutuhkan peran bersama, orang tua bukan hanya bertugas memberikan atau membangunkan anak di pagi hari," ujarnya.

Dia menjelaskan faktor perhatian orang tua, kasih sayang, dan pendampingan merupakan hal yang sangat penting bagi anak, Ketika kekurangan maka anak-anak akan mencarinya di luar rumah.

"Ada pihak yang melihat penyalahgunaan narkotika dari sudut pandang ekonomi yang menguntungkan, tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi masa depan anak," katanya.

Dia menambahkan kurikulum Anti Narkoba yang diusulkan BNN untuk saat belum dapat diterapkan dalam pendidikan di Kabupaten Jayapura.

"Saat ini sekolah-sekolah masih menjalankan kurikulum baru yang membutuhkan proses penyesuaian cukup panjang, jika ditambah lagi kurikulum baru, siapa yang mengajar, karena guru sudah dibebani berbagai aplikasi dan tugas tambahan," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026