Jayapura (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Wilayah Papua, mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menyikapi tren investasi digital yang marak dipromosikan melalui media sosial dan berbagai platform daring.

Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Wilayah Papua, Kresna Payokwa di Jayapura, Senin, mengatakan langkah ini dinilai penting guna melindungi masyarakat dari potensi informasi menyesatkan maupun penawaran investasi ilegal.

"Untuk itu pada awal 2026 kami telah melakukan literasi dan pemahaman dasar mengenai investasi kepada masyarakat di Kabupaten Jayapura dan Papua Barat," katanya.

Menurut Kresna, edukasi dan sosialisasi dasar investasi harus menjadi dasar masyarakat agar tidak terkena investasi bodong.

"Karena itu menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa memahami risiko yang ada," ujarnya.

Dia menjelaskan karena prinsip utama dalam berinvestasi adalah memastikan legalitas produk dan lembaga, bersikap rasional dalam mengambil keputusan, serta menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko masing-masing.

"Untuk itu setiap aktivitas investasi sebaiknya dilakukan melalui perusahaan sekuritas resmi yang terdaftar sebagai anggota bursa dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dilakukan agar dapat meminimalkan risiko penipuan maupun kerugian akibat informasi yang tidak akurat," katanya.

Dia menambahkan oleh sebab itu pihaknya bersama OJK dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat program literasi dan inklusi keuangan melalui Sekolah Pasar Modal, pengembangan galeri investasi di perguruan tinggi, serta edukasi langsung kepada komunitas dan generasi muda.

"Upaya ini bertujuan membentuk investor yang cerdas, memahami risiko, dan tidak mudah terjebak iming-iming keuntungan instan di ruang digital," ujarnya.