Jayapura (ANTARA) - Kapolres Dogiyai Kompol Y.Mince Mayor mengatakan situasi keamanan di Dogiyai dan sekitarnya relatif kondusif usai aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok masyarakat terhadap mobil tangki BBM dan truk pengangkut logistik yang hendak melintas menuju Wagete.

"Insiden penyerangan terhadap mobil tangki dan truk pengangkut logistik itu terjadi Selasa (3/3) yang diawali keributan di pasar Ikebo," ujar Mince Mayor yang dihubungi ANTARA dari Jayapura, Rabu malam.

Dari laporan yang diterima, kata dia, terungkap awalnya ada warga yang dalam keadaan mabuk meminta rokok di kios, kemudian mengambil beras di kios sebelahnya sambil mengancam pemiliknya dengan sebilah parang yang dibawanya.

Dia menjelaskan sempat terjadi keributan dan pelaku bersama rekannya kabur membawa beras yang diambil dari kios atau warung penjual kelontong.

Tak beberapa lama sekelompok warga kemudian melakukan pemalangan dan pelemparan terhadap kendaraan yang hendak melintas menuju Wagethe.

Sekelompok warga juga melakukan penyerangan terhadap Mapolres Dogiyai hingga terpaksa meminta bantuan penambahan personel dari Polres Paniai dan Polres Deiyai.

"Kami tidak bisa menangani kasus tersebut karena Polres Dogiyai juga diserang dengan menggunakan batu hingga senjata untuk berburu, namun setelah adanya perbantuan dari Polres Paniai dan Polres Deiyai," kata Mince.

Dia mengatakan walaupun Rabu siang (4/3) masyarakat tidak beraktivitas dengan normal dan memilih tetap berada di rumah, namun pada malam hari ini tetap dilaksanakan shalat tarawih yang  berlangsung di masjid.

Ketika ditanya tentang kendaraan yang sempat dipalang dan dilempari saat ini sudah kembali ke Nabire setelah menurunkan barang yang dibawa ke Wagete, Kabupaten Deiyai maupun ke Enarotali, ibukota Kabupaten Paniai.

"Kendaraan itu dikawal saat melintas di wilayah hukum Polres Dogiyai," kata Kompol Mince Mayor.