Logo Header Antaranews Papua

Jemaat diajak buat hiasan Natal ramah lingkungan

Minggu, 6 Desember 2015 09:42 WIB
Image Print
"Lomba hias pohon Natal yang diselenggarakan Klasis GKI menyambut hari raya Natal 25 Desember dengan memberikan penilaian khusus hiasan Natal yang dibuat dari limbah-limbah bekas rumah tangga," ungkap Pendeta Brury Wufwensa.

Biak (Antara Papua) - Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis Biak Selatan, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, mengajak jemaat gereja setempat agar memanfaatkan limbah rumah tangga untuk membuat hiasan pohon Natal ramah lingkungan.

"Lomba hias pohon Natal yang diselenggarakan Klasis GKI menyambut hari raya Natal 25 Desember dengan memberikan penilaian khusus hiasan Natal yang dibuat dari limbah-limbah bekas rumah tangga," ungkap Sekretaris Badan Pekerja Klasis GKI Biak Selatan Pendeta Brury Wufwensa di Biak, Minggu.

Ia mengatakan, lomba hias pohon Natal di setiap jemaat gereja bertujuan meningkatkan semangat keimanan dengan penuh suka cita dalam menyambut serta memeriahkan hari besar keagamaan bagi umat Kristiani.

Jemaat di setiap gereja jelang memasuki perayaan Natal, menurut Pdt Brury, telah membangun pondok-pondok Natal dan pohon Natal berkuran besar.

"Upaya jemaat mengolah limbah rumah tangga menjadi hiasan pohon Natal yang unik dan bagus merupakan bukti nyata warga gereja mendukung program penyelematan lingkungan yang hijau, sehat dan bersih," ujarnya.

Menyinggung penilaian lomba hias pohon Natal antarjemaat, menurut Pdt Brury, akan dilakukan cecara independen dan profesional dari tim juri yang dipilih dari warga yang profesional.

"Jajaran BP Klasis GKI Biak Selatan optimistis lomba hias pohon Natal berbahan bekas limbah dapat mendukung warga gereja dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat dan hijau," ujarnya.

Hingga Minggu, 58 jemaat gereja di lingkup BP Klasis Biak Selatan telah mengerjakan hiasan pohon Natal dari botol air mineral, kaleng serta berbagai pernak pernik lain dari olahan limbah bekas rumah tangga. (*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026