Jayapura (ANTARA) - Gereja Methodist Indonesia (GMI) mengajak seluruh jemaat di Kota Jayapura untuk terus menjaga persatuan internal dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah serta masyarakat sekitar demi terciptanya suasana aman, tertib, dan harmonis di Papua.
Pimpinan Wilayah II Gereja Methodist Indonesia (GMI) Bishop Sabam Lumban tobing di Jayapura, Minggu, mengatakan kebersamaan jemaat menjadi kunci untuk membangun hubungan baik antarumat beragama.
"Oleh sebab itu melalui program-program dari pemerintah diharapkan dapat terus membangun hubungan baik antarumat beragama," katanya pada peresmian Gereja Methodist di Jayapura, Papua.
Menurut Sabam, dalam mendukung program pemerintah para jemaat wajib menjaga ketertiban lingkungan dan memberantas penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkoba dan tindak kejahatan lainnya.
“Kami berharap jemaat tetap bersatu dan menjalin sinergi dengan RT, RW, dan pemerintah setempat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta keindahan lingkungan. Hal itu akan mendatangkan berkat bagi masyarakat di Jayapura maupun Papua,” ujarnya.
Sementara itu Lay leader GMI Jakarta Pusat Martin Rumende mengatakan Gereja Methodist Indonesia akan terus melayani masyarakat di Papua, khususnya di Kota Jayapura, melalui pembinaan moral, pelayanan pendidikan, dan penguatan kehidupan sosial jemaat.
"Misi pertama gereja untuk memberikan pelayanan nyata di tengah-tengah masyarakat. Fokus utama pelayanan adalah penguatan pendidikan jemaat sekaligus pembinaan kehidupan yang beretika dan bermoral," katanya.
Sementara itu, Ketua Pembangunan Gereja Methodist Indonesia di Johansen Ritonga mengatakan pembangunan gereja membutuhkan waktu selama tiga tahun.
"Di mana kapasitas ruangan sendiri mampu menampung sebanyak 200 orang dan untuk jemaat sendiri berasal dari masyarakat di sekitar Jayapura," katanya.

