Logo Header Antaranews Papua

Bupati Merauke harapkan SM-3T bentuk anak Papua berprestasi

Selasa, 6 September 2016 04:50 WIB
Image Print
Sebanyak 53 orang Sarjana Mengajar daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (SM-3T) dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang ditempatkan di Merauke mampu membentuk anak Papua berprestasi. (Foto: Antara Papua/Marius Frisson Yewun)
tenaga calon guru itu akan diberikan fasilitas agar mereka melaksanakan tugas dengan baik

Merauke (Antara Papua) - Bupati Merauke, Provinsi Papua, Frederikus Gebze mengharapkan, 53 orang Sarjana Mengajar daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (SM-3T) dari Universitas Negeri Makassar (UNM) yang ditempatkan di Merauke mampu membentuk anak Papua berprestasi.

"Harapan saya ke-53 orang ini membuat prestasi anak SD dan SMP di Merauke mampu ikut dalam berbagai kejuaraan, misalnya kejuaraan fisika, matematika, bahasa inggris. Anak - anak kita harus bisa," ujar Frederikus di Merauke.

Sebelum penempatan ke sekolah - sekolah, kata dia, tenaga calon guru itu akan diberikan fasilitas agar mereka melaksanakan tugas dengan baik.

"Supaya kalian bisa menghidupi diri sendiri, bisa menjadi orang yang membawa kabar gembira dan semoga kehadiran 53 orang ini menjadi corong nusantara di bagian timur Indonesia," katanya.

Kepada seluruh kepala sekolah dimana tenaga SM-3T ditempatkan, pesan bupati, terus membangun koordinasi sebab 53 orang itu ikut mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Merauke.

"Ada pepatah yang mengatakan kita digaji satu tahun, tapi hadirnya satu tahun sekali. Ini perlu dimaknai," ujarnya.

Seluruh tenaga pendidik yang ada di kabupaten, kata dia, harus menggunakan pendekatan secara emosional dan irasional terutama saat menghadapi siswa dan siswi.

"Lakukan pendekatan secara psikologi, pedagogis dan psikomotorik artinya ada fase dimana anak " anak hanya mengenal dan bermain, fase anak - anak perlu mendapat perhatian, fase untuk menuangkan minat dan bakat," ujarnya.

Sebelumnya, dosen pembimbing dari UNM Amiruddin, pada acara penerimaan SM-3T mengatakan 53 orang yang dikirim terdiri dari guru bimbingan konseling dua orang, bahasa Indonesia tiga orang, bahasa Inggris enam orang, biologi satu orang, ekonomi dua orang, pendidikan fisika dua orang, grografi satu orang.

Ia pun menambahkan, guru dengan program studi terbanyak yang dikirim ke Merauke adalah pendidikan sekolah dasar yaitu sebanyak 14 orang, guru penjaskes empat orang, kimia satu orang, pendidikan luar biasa satu orang, matematika delapan orang, PKN dua orang, sejarah dua orang.

"Ada juga guru seni rupa satu orang, sosiologi dua orang dan teknik bangunan satu orang," katanya.(*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026