Logo Header Antaranews Papua

BMKG prediksi "El Nino" sebabkan menurunnya curah hujan di Papua

Kamis, 16 April 2026 19:18 WIB
Image Print
Prakirawan BMKG Jayapura saat memberikan penjelasan terkait fenomena El Nino. ANTARA/HO-Dokumentasi

Jayapura (ANTARA) - Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura memprediksi fenomena El Nino yang akan melanda Papua diprediksi berdampak menurunnya curah hujan.

"Memang benar fenomena El Niño berkontribusi terhadap penurunan curah hujan, khususnya saat puncak musim kemarau,"kata Prakirawan BMKG Jayapura Finnyalia Napitupulu kepada Antara, Kamis di Jayapura.

Dikatakan, berdasarkan prediksi iklim, terdapat potensi berlangsungnya fenomena El Nino dengan kategori lemah hingga sedang yang berdampak pada penurunan curah hujan, khususnya saat memasuki puncak musim kemarau.

Dengan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya periode kering, maka potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, termasuk di wilayah Kota Jayapura, juga dapat meningkat, terutama pada periode bulan Juli hingga Agustus.

Walaupun demikian, kata Finny, saat periode kemarau atau kondisi relatif kering, peluang terjadinya hujan masih tetap ada, namun dengan frekuensi dan intensitas hujan tidak setinggi pada periode musim hujan.

Terkait keberadaan siklon tropis di sekitar wilayah Papua, saat ini terdapat satu siklon tropis yang masih aktif, yaitu Siklon Tropis Sinlaku, yang terpantau berada di wilayah Laut Filipina.

Posisi siklon ini relatif jauh dari Papua, sehingga tidak memberikan dampak langsung terhadap kondisi cuaca di Papua dan sekitarnya.

Sementara itu, Siklon Tropis Maila yang sebelumnya terpantau di wilayah sekitar Indonesia saat ini telah mengalami pelemahan dan bergerak menjauh ke arah selatan, sehingga diprakirakan akan segera punah.

Siklon tropis secara umum merupakan sistem pusat tekanan rendah yang terbentuk di atas perairan hangat dengan suhu muka laut yang cukup tinggi (umumnya di atas 26–27°C), yang didukung oleh kondisi atmosfer yang labil

"Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif yang intens hingga menyebabkan sirkulasi angin yang kuat di sekitar pusat tekanan rendah, yang menimbulkan massa udara dari sekitarnya tertarik dan berkumpul menuju pusat siklon.

"Saat masih aktif, Siklon Tropis Maila memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Papua, seperti peningkatan kecepatan angin dan potensi gelombang tinggi di perairan," kata Finny.

Ditambahkan, dalam menghadapi fenomena tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode puncak musim kemarau, serta terus memantau informasi resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca yang dapat terjadi.

"Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode puncak musim kemarau, serta terus memantau informasi resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca yang dapat terjadi," kata Finny.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026