Wamena (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya, Papua merancang program sampah daur ulang dengan melibatkan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayawijaya Amos Asso di Wamena, Selasa mengatakan pihaknya dalam mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murib-Ronny Elopere akan membuat bank sampah daur ulang.
“Program ini tidak hanya petugas kebersihan yang dilibatkan tetapi melibatkan seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Menurut Amos, program bank sampah daur ulang dengan pengumpulan sampah hingga 1.000 kg.
“Petugas kebersihan atau masyarakat bisa mengumpulkan sampah plastik di karung berukuran 50 kilogram. Kemudian khusus untuk masyarakat bisa melaporkan ke petugas yang nanti ditunjuk,” ujarnya.
Dia menjelaskan sampah yang dari masyarakat akan dihitung, dimana setiap karungnya berukuran 50 kilogram akan dihargai sebesar Rp50.000.
“Kami sengaja memancing seperti itu supaya masyarakat di Kabupaten Jayawijaya ikut membantu pemerintah dalam penanganan sampah berkelanjutan,” katanya.
Dia menambahkan sampah-sampah itu kemudian akan dikumpulkan di salah satu gudang milik Pemkab Jayawijaya di dekat Bandara Wamena yang sudah tidak difungsikan.
“Ketika jumlahnya cukup maka sampah-sampah itu akan dikirim ke luar Papua menggunakan pesawat untuk didaur ulang dalam bentuk apapun sesuai permintaan kami,” ujarnya.
Dia menuturkan inisiasi cara ini untuk mengurangi penumpukan sampah di Kabupaten Jayawijaya yang setiap harinya kurang lebih mencapai 7 ton.
“Kami berharap rencana ini akan didukung oleh masyarakat dan semua pemangku kepentingan di Kabupaten Jayawijaya sehingga sama-sama menjaga lingkungan tetap asri di daerah ini,” katanya.