
DPMPTSP Jayapura gandeng BEI Papua perluas akses pembiayaan usaha

Jayapura (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura menggandeng Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua untuk memperluas akses pembiayaan usaha sekaligus meningkatkan literasi pasar modal bagi masyarakat setempat.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura Gustaf Griapon dalam siaran pers di Jayapura, Kamis, mengatakan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi resmi antara DPM-PTSP dan BEI Papua sebagai langkah awal membangun kemitraan strategis dalam pengembangan investasi daerah.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang pembiayaan alternatif bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga tidak hanya bergantung pada pembiayaan perbankan," katanya usai pertemuan di Kota Jayapura, Papua, Kamis.
Menurut Gustaf, dalam audiensi tersebut pihaknya juga menyampaikan rencana program kolaborasi yang akan dilaksanakan bersama BEI Papua pada 2026 guna memperkuat ekosistem investasi di Kabupaten Jayapura.
"Program tersebut antara lain sosialisasi pasar modal bagi pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, pelaku UMKM, dan masyarakat umum guna memberikan pemahaman dasar mengenai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana," ujarnya.
Dia menjelaskan selain itu pihaknya juga merencanakan penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Daerah (SPMD) yang dilaksanakan secara daring maupun luring untuk mencetak investor lokal yang memiliki pemahaman investasi yang baik.
"Program lainnya adalah klinik 'Go Public' yang memberikan pendampingan bagi pelaku usaha menengah dalam mempersiapkan langkah menuju penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO)," katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kresna Aditya Payokwa mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan di wilayah Papua.
"Kehadiran pasar modal di daerah dapat menjadi alternatif pembiayaan yang sehat dan transparan bagi pelaku usaha sekaligus memberikan peluang investasi yang aman bagi masyarakat," katanya.
Menurut Kresna, melalui program edukasi dan pendampingan yang direncanakan, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat Papua yang memahami pasar modal dan mampu memanfaatkannya secara bijak.
"Untuk itu hasil audiensi tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan jadwal pelaksanaan program serta pembentukan tim teknis untuk memastikan kolaborasi dapat berjalan secara efektif," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
