Logo Header Antaranews Papua

Dinkes Papeg dorong pencegahan dini penyakit ATM di delapan kabupaten

Rabu, 20 Agustus 2025 14:30 WIB
Image Print
Kabid P2P Kesmas Dinkes PP dan KB Papua Pegunungan Darbi Kiwo saat diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena terkait penanganan penyakit AIDS-Tuberkulosis-Malaria di delapan kabupaten, Rabu (20/8/2025). ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Papua Pegunungan (Papeg) mendorong pencegahan penyakit AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) di delapan kabupaten di provinsi itu.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat (P2P Kesmas) Dinkes PP dan KB Papua Pegunungan Darbi Kiwo di Wamena, Rabu, mengatakan pihaknya sedang berupaya mencegah penyakit ATM di seluruh wilayah itu dengan sosialisasi yang dilakukan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Seluruh Indonesia.

“Kami selama tiga hari yang dimulai kemarin (19-21 Agustus 2025) menggelar sosialisasi tentang pencegahan dini tentang penyakit ATM di delapan kabupaten dengan melibatkan Adinkes Seluruh Indonesia sebagai pemateri,” katanya.

Dalam pertemuan ini, pihaknya melibatkan Dinas Kesehatan di enam kabupaten sebagai lokus pertama penanganan penyakit ATM.

“Dinas Kesehatan enam kabupaten yang terlibat sebagai lokus karena masuk dalam program Global Fund yakni Jayawijaya, Nduga, Mamberamo Tengah, Yalimo, Yahukimo dan Pegunungan Bintang,” ujarnya.

Dia menjelaskan kegiatan ini penting dilaksanakan karena tiga penyakit ini, AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Papua Pegunungan yang jumlah penduduknya kurang lebih satu juta jiwa.

“Data penyebaran AIDS hingga saat ini di Papua Pegunungan 8.000 kasus yang telah ditemukan melalui pemeriksaan, sementara Tuberkulosis dan Malaria juga tinggi tetapi angkanya belum ada. Di setiap puskesmas dan rumah sakit di Papua Pegunungan banyak warga yang menderita penyakit ATM hingga menyebabkan kematian kalau tidak mendapatkan perawatan dengan baik,” katanya.

Dia menjelaskan dalam penanganan penyakit ATM memang Dinkes PP dan KB tidak bisa bekerja sendiri melainkan membutuhkan dukungan dari Bappeda dan kepala daerah di delapan kabupaten.

“Kami berharap dalam perencanaan daerah itu Bappeda dan bupati di delapan kabupaten memasukkan tiga penyakit ATM dalam fokus penanganan serius untuk mencegah kematian masyarakat di daerah ini,” ujarnya.

Dia menambahkan pengobatan penyakit ATM secara gratis di puskesmas di delapan kabupaten, sehingga membutuhkan keseriusan masyarakat untuk datang berobat.

“Pengobatan ATM gratis dan membutuhkan keseriusan dalam pengobatannya. Masyarakat juga harus kooperatif datang memeriksakan diri supaya ada tindakan pencegahan sejak dini terhadap penyakit ATM,” katanya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026