
Pemkab Jayawijaya perkuat sosialisasi berita hoaks di siswa SMA/SMK

Anak-anak fokus sekolah
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan memperkuat sosialisasi berita hoaks atau berita tidak benar di satuan pendidikan, khususnya SMA/SMK di daerah setempat.
Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan sehat dan dapat meminimalisasi bentrokan antar-pelajar di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya Petrus Mahuse dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu, mengatakan sosialisasi tentang bahaya hoaks harus dilakukan di berbagai kalangan, termasuk di SMA/SMK.
"Kami sudah melakukan pertemuan dengan kepala SMA/SMK di Kabupaten Jayawijaya untuk memprogramkan sosialisasi tentang bahaya hoaks," katanya.
Menurut dia, sosialisasi tentang berita hoaks perlu dilakukan untuk satuan pendidikan bukan hanya SMA/SMK, tetapi SMP pun harus dilakukan.
"Kami inginkan pendidikan menjadi candradimuka dalam membentuk karakter anak bangsa yang baik dan mulai di Jayawijaya. Tentu hal itu harus sejalan dengan informasi positif, sehingga meminimalisasi bentrokan antar-pelajar," ujarnya.
Dia menjelaskan berita hoaks yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan terhentinya proses belajar mengajar di sekolah, karena adanya bentrokan antar pelajar.
"Kami sepakat seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Jayawijaya menolak berita hoaks dengan dilakukan upaya sosialisasi dan penekanan kepada siswa untuk benar-benar mengetahui informasi sebenarnya sebelum terprovokasi," katanya.
Dia berharap dengan adanya sosialisasi berita hoaks yang dimulai di SMA/SMK dapat membawa dampak baik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Jayawijaya.
"Kami berharap anak-anak pelajar di Kabupaten Jayawijaya untuk fokus sekolah, belajar untuk dapat meraih mimpi dan masa depan yang optimal," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
