Wamena (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY melatih pemuda pemudi Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan peraturan baris-berbaris (PBB) guna meningkatkan karakter dan kedisiplinan generasi muda di daerah itu.
Prajurit TNI Satgas Yonif 521/DY melatih puluhan pemuda pemudi untuk mengenal dan mengetahui tentang PBB sehingga nilainya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari
Dansatgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengatakan bahwa mengajar PBB berarti melatih individu atau kelompok untuk bergerak secara teratur dan seragam dengan tujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan karakter.
“Sesi pengajaran ini melibatkan teori dan praktik, dimulai dari pengenalan aba-aba dasar, kemudian praktik gerakan-gerakan, seperti sikap sempurna, hormat, hadap dan jalan di tempat, serta sikap istirahat,” katanya.
Dia mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan menghadapi lomba PBB tingkat distrik sehingga warga setempat meminta dukungan TNI untuk memberikan pelatihan tahap pertama kepada para pemuda.
“Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan sikap dasar baris-berbaris yang menjadi fondasi penting sebelum masuk ke materi lanjutan,” ujarnya.
Dia menjelaskan tahap pengenalan ini penting untuk membentuk ketepatan gerakan, kekompakan, dan disiplin sejak awal.
“Kalau sikap dasar sudah benar, maka gerakan lanjutan akan lebih mudah dipelajari. Latihan dilaksanakan di lapangan distrik dengan penuh semangat,” katanya.
Pihaknya memeragakan gerakan dasar seperti sikap sempurna, istirahat di tempat, penghormatan dan cara menghadapkan badan.
Para pemuda tampak serius memperhatikan setiap arahan, kemudian mencoba mempraktikkan dengan penuh antusias.
“Kegiatan ini menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab dan integritas pada diri dan melatih fisik agar menjadi lebih tegap, tangkas dan memiliki stamina yang baik,” ujarnya.
Dia menilai melalui kegiatan ini dapat membangun kedekatan dan ikatan persaudaraan yang lebih kuat antara TNI dan warga setempat.
“Keterampilan ini bukan hanya sekadar untuk menghadapi perlombaan tetapi sebagai sarana efektif untuk menanamkan disiplin, rasa tanggung jawab dan karakter yang kuat pada generasi muda dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

