
Pemkab pastikan 246 KK korban kebakaran Tolikara ditangani baik

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Papua Pegunungan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memastikan korban kebakaran yang terjadi di Distrik Karubaga kurang lebih 246 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini telah mendapat penanganan dengan baik.
Kepala BPBD Kabupaten Tolikara Feri Kogoya di Wamena, Jumat, mengatakan korban kebakaran yang terdata sejak 28 Januari hingga saat ini kurang lebih berjumlah 246 KK yang telah diungsikan dan memperoleh penanganan secara baik.
“Korban kebakaran yang berada ada saat ini terdapat Orang Asli Papua (OAP) dan non-Papua yang sama-sama mendapatkan penanganan baik. Korban OAP sementara menempatkan di sekitar lokasi kebakaran, sementara non-OAP kami tempatkan di lokasi Masjid Karubaga dan Kodim setempat,” katanya.
Menurut dia, dari hasil pendataan dan perhitungan kerugian yang taksir dalam kebakaran yang terjadi di Ibu Kota Kabupaten Tolikara itu kurang lebih berjumlah Rp156 miliar.
“Kebakaran menghanguskan kios, penginapan, warung makan, dan harta benda lain, yang kami dari tim tanggap darurat perkirakan mencapai Rp156 miliar,” ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah daerah telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) status tanggap darurat yang ditandatangani langsung oleh Bupati Tolikara Wilem Wandik selama 14 hari ke depan.
“Kami mengeluarkan rekomendasi ke bupati karena peristiwa ini terjadi di pusat pemerintahan Kabupaten Tolikara, maka peristiwa kebakaran ini ditetapkan sebagai tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak 28 Januari hingga 10-11 Februari 2026,” katanya.
Dia menambahkan bantuan kebakaran untuk korban di Kabupaten Tolikara terus mengalir dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta, termasuk Paguyuban Nusantara yang berada di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh lembaga negeri dan swasta, TNI, Polri, tim tenaga kesehatan, termasuk Paguyuban Nusantara yang telah membantu dalam musibah kebakaran ini baik tenaga, pikiran, logistik, dan bahan pokok,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
