
Tiga anggota Polri terluka dampak demo yang rusuh di Tanah Merah

Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan tiga anggota polri terluka setelah aksi demo di Tanah Merah ibu kota Kabupaten Boven Digoel berakhir rusuh.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada Antara di Jayapura, Rabu, mengatakan dari laporan yang diterima, kerusuhan tersebut berawal aksi demo damai yang dilakukan terkait pembakaran cenderamata yang dilakukan BKSDA Papua pada Senin (20/10) di Kota Jayapura.
"Aksi demo tersebut berawal damai namun tiba-tiba berubah anarkis hingga menyebabkan terjadi kerusuhan dan penjarahan terhadap toko-toko yang berada di pinggir jalan," kata Kombes Cahyo.
Menurut Kombes Cahyo, tiga anggota Polres Boven Digoel itu terluka akibat benda tajam seperti parang dan lemparan batu.
"Ketiga korban saat ini sudah dievakuasi dan ditangani paramedis di RSUD Tanah Merah," ujarnya.
Dia menjelaskan situasi keamanan kini sudah berangsur-angsur kondusif namun aparat keamanan masih berjaga-jaga guna berupaya mengantisipasi kembali terjadinya kerusuhan.
"Belum dapat dipastikan berapa banyak toko yang dijarah serta besarnya kerugian," katanya lagi.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua pada Senin (20/10) melakukan pemusnahan barang temuan atau penyerahan hasil patroli dan pengawasan terpadu peredaran tumbuhan dan satwa ilegal dan tindak pidana kehutanan yang dilaksanakan di halaman Kantor BKSDA Kotaraja, Distrik Abepura, termasuk mahkota berhias Burung Cenderawasih.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
