Logo Header Antaranews Papua

Wabup Jayapura sebut Klenteng Dharma Agung Sakti simbol toleransi

Kamis, 23 Oktober 2025 18:36 WIB
Image Print
Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku (kedua dari kanan) secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Klenteng Dharma Agung Sakti Papua di Sentani. ANTARA/Agustina Estevani Janggo
Menjadi berkat untuk kita semua

Sentani (ANTARA) - Wakil Bupati Jayapura, Provinsi Papua, Haris Richard Yocku menyebut pembangunan Klenteng Dharma Agung Sakti di daerah ini menjadi momentum penting untuk menjaga dan melestarikan budaya sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.

Haris Richard di Sentani, Kamis, mengatakan pembangunan klenteng bagi umat Buddha tidak hanya bermakna religius, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi.

"Pelestarian budaya lintas etnis merupakan bagian penting dari identitas kebangsaan. Dengan hadirnya klenteng ini bukan hanya tempat ibadah tetapi juga warisan budaya Tionghoa yang dibawa ke sini," katanya.

Menurut Haris, masyarakat Papua dapat mengambil pelajaran berharga dari komunitas Tionghoa yang konsisten menjaga tradisi dan budaya mereka lintas generasi. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat pelestarian dalam konteks kebudayaan lokal Papua.

"Kita orang Papua juga harus belajar, mereka sudah beribu tahun menjaga budaya, maka kita pun harus bisa menjaga budaya kita sendiri," ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan klenteng pertama di Papua yang berlokasi di Kabupaten Jayapura itu menjadi simbol keberagaman dan kebangsaan bagi daerah ini. Pemerintah pada prinsipnya mendukung penuh kegiatan keagamaan dan kebudayaan untuk memperkuat persaudaraan.

"Negara kita mengakui lima agama, salah satunya Buddha. Klenteng ini berdiri di masa pemerintahan Bupati Jayapura Yunus Wonda dan saya, dan ini menjadi berkat bagi kita semua karena akan ada rumah ibadah yang mendoakan kedamaian bagi kota ini," katanya lagi.

Dia menambahkan, pihaknya mengapresiasi umat Buddha di Kabupaten Jayapura yang selama ini dinilai tertib beribadah serta aktif menjadi komunikasi baik dengan pemerintah daerah.

"Kami berterima kasih kepada teman-teman Buddha yang selalu menjaga toleransi dan bekerja sama dengan pemerintah. Ini contoh yang baik bagi masyarakat lainnya," ujarnya lagi.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026