Wamena (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan memperkuat pemahaman tentang pemilahan sampah plastik bagi warga daerah setempat.
DLH Kabupaten Jayawijaya menggelar sosialisasi tentang membuang sampah pada tempatnya dan pemilahan sampah plastik pada kegiatan Car Free Day atau hari bebas kendaraan pada Sabtu.
Plt Kepala DLH Kabupaten Jayawijaya dr Idawati Warami di Wamena mengatakan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah plastik harus dibudayakan mulai sekarang di daerah ini.
“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat terutama teman-teman yang bergerak di bidang kesehatan untuk mulai membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan dapat memilah sampah-sampah yang dapat dibakar langsung maupun tidak langsung atau memerlukan daur ulang,” katanya.
Menurut dia, kegiatan yang dilaksanakan saat ini melibatkan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dalam Car Free Day yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.
“Kegiatan Car Free Day sekaligus menyambut Hari Kesehatan Nasional atau HKN maka kami dari DLH menggandeng Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan Kabupaten Jayawijaya untuk bersama-sama membantu kebersihan Kota Wamena, yang dimulai dengan pemahaman pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan dapat memilah sampah plastik dan non plastik,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sosialisasi mengenai sampah organik maupun non organik sangat penting untuk memberikan wawasan tambahan bagi masyarakat sehingga tidak membuang sampah sembarangan di Kota Wamena.
“Sebenarnya semua masyarakat sudah tahu mengenai sampah organik maupun non organik, tetapi saat ini di Kota Wamena masih banyak sampah yang tidak dibuang pada tempatnya sehingga menyebabkan drainase tersumbang dan terjadinya banjir di dalam kota ini. Hal ini yang kami tidak inginkan ke depan, sehingga masyarakat perlu diingatkan kembali,” katanya.
Dia menambahkan, sosialisasi lingkungan sangat penting dilakukan, apalagi saat ini wilayah Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya tengah masuk dalam musim peralihan panas ke hujan.
“Masyarakat harus diingatkan sejak dini supaya mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik yang menyebabkan tersumbatnya drainase sehingga menyebabkan banjir. Serta sampah plastik tidak akan pernah bisa terurai puluhan hingga ratusan tahun, sehingga kesadaran kebersihan perlu untuk ditingkatkan,” ujarnya.

