Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Jayawijaya minta warga pahami jenis sampah sebelum dibuang

Minggu, 4 Januari 2026 07:06 WIB
Image Print
Plt Kepala DLH Kabupaten Jayawijaya dr Idawari Waromi diwawancarai sejumlah wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya terkait pengelolaan jenis sampah organik dan anorganik. ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat meminta warga memahami jenis sampah ketika akan membuangnya guna menjaga kebersihan lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Jayawijaya Idawati Waromi di Wamena, Sabtu, mengatakan warga harus memahami jenis sampah sebelumnya membuangnya di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Kami ingin memberikan edukasi kepada warga untuk mulai membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan dapat memilah sampah-sampah yang dapat dibakar langsung maupun tidak langsung atau memerlukan daur ulang,” katanya.

Menurut dia, pemahaman dasar mengenai pemilahan sampah sangat dibutuhkan supaya warga sadar dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekitar.

“Sampah itu jangan asal dibuang saja dalam satu tempat, tetapi harus dipilah, mana sampah yang dapat didaur ulang maupun tidak dapat didaur ulang. Tempat sampah berdasarkan jenisnya pun telah kami siapkan di berbagai tempat umum di Wamena,” ujarnya.

Dia menjelaskan jenis sampah utama meliputi sampah organik yang mudah terurai seperti sisa makanan dan daun. Sedangkan sampah anorganik sulit terurai seperti plastik, logam, kaca, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3), yang perlu penanganan khusus, contohnya baterai bekas dan obat kedaluwarsa.

“Terkadang di tengah warga masih belum bisa membedakan antara sampah organik dan anorganik. Maka kami selalu saat turun ke lapangan selalu memberikan imbauan sosialisasi singkat kepada warga mengenai jenis-jenis sampah,” katanya.

Dia menambahkan sosialisasi lingkungan sangat penting dilakukan, apalagi saat ini wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, tengah masuk dalam musim penghujan.

“Masyarakat harus diingatkan sejak dini supaya mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik yang menyebabkan tersumbatnya drainase sehingga menyebabkan banjir. Selain itu sampah plastik tidak akan pernah bisa terurai puluhan hingga ratusan tahun, sehingga kesadaran kebersihan perlu untuk ditingkatkan,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026