
Pemprov Papua sebut tokoh adat jadi jembatan aspirasi pemerintah dan rakyat

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menilai tokoh adat menjadi jembatan aspirasi antara pemerintah dengan rakyat sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua Yohanes Walilo di Jayapura, Sabtu, mengatakan Papua adalah tanah yang kaya akan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal namun masih banyak tantangan yang dihadapi baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan maupun stabilitas keamanan dan sosial.
"Sehingga untuk mengatasi masalah itu diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh adat," katanya.
Menurut Walilo, pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun Papua secara inklusif dan berkeadilan sehingga pembangunan harus menyentuh seluruh masyarakat mulai dari kampung, distrik hingga wilayah perkotaan.
"Tokoh masyarakat sebagai pilar pembangunan daerah dan tanpa peran dari tokoh masyarakat maupun tokoh adat maka pembangunan tidak berjalan dengan baik," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua melalui program di bidang pendidikan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat adat serta penguatan perempuan dan generasi muda.
"Kami ingin anak-anak Papua bisa bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan di daerah dan nasional pada masa mendatang," ujarnya.
Tokoh Adat Papua Yanto Eluay mengatakan pihaknya berharap pemerintah terus menjadi tokoh adat sebagai mitra untuk bersama-sama menjaga dan membangun Tanah Papua.
"Jika kolaborasi antara tokoh masyarakat dan pemerintah berjalan baik maka keamanan hingga program pembangunan pasti berjalan dengan baik," katanya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
