
Satgas Yonif 511/DY bersihkan Gereja Pinime di Lanny Jaya

Wamena, Papua Pegunungan (ANTARA) - Prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 511/DY membersihkan Gereja Pinime Kampung Numbukawi, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan guna memperkuat nilai-nilai toleransi.
Danpos Malagai Satgas Pamtas Yonif 511/DY Kapten Inf Sena Nurjabbar dalam keterangan diterima di Wamena, Papua Pegunungan, Jumat mengatakan kegiatan pembersihan Gereja Pinime sebagai wujud memperkuat toleransi.
"Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menjaga toleransi antarumat beragama, kami dari Satgas Pamtas Yonif 511/DY menggelar aksi gotong royong pembersihan Gereja Pinime di Kampung Numbukawi, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya,” katanya.
Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi oleh Pos Malagai itu melibatkan prajurit bersama-sama dengan jemaat dan warga masyarakat setempat.
"Fokus pembersihan meliputi area dalam gereja, halaman luar pengecatan gereja supaya jemaat lebih bersemangat lagi dalam mengikuti ibadah," ujarnya.
Dia menjelaskan aksi sosial tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat Papua untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan damai khususnya dalam menjalankan ibadah.
"Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan tempat ibadah, tetapi juga membangun 'Jembatan Hati' antara TNI dan masyarakat Papua," katanya.
Dia menyampaikan pihaknya ingin memastikan umat Kristiani di Kampung Numbukawi dapat beribadah dengan khusyuk di lingkungan yang bersih dan nyaman.
"Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah fondasi kedamaian di tanah Papua secara umum dan Papua Pegunungan secara khusus," ujarnya.
Sementara itu, Gembala Gereja Pinime Pdt Turis Weya memberikan sambutan hangat kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh prajurit Satgas Pamtas Yonif 511/DY.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari bapak-bapak TNI. Kehadiran mereka tidak hanya membuat rumah tuhan ini menjadi bersih dan indah, tetapi juga membawa sukacita bagi seluruh jemaat," katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
