
Pemprov Papua gelar 21 Gerakan Pangan Murah sepanjang HBKN 2026

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua bakal menggelar 21 Gerakan Pangan Murah sepanjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen di Jayapura, Selasa, mengatakan kegiatan tersebut nantinya dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah kabupaten/kota, distributor, serta badan usaha milik negara di sektor pangan dan logistik.
"Pelaksanaan gerakan pangan murah ini merupakan upaya kami dalam menjaga stabilitas harga di Papua terutama menjelang perayaan hari raya keagamaan," katanya.
Menurut Aryoko, seperti perayaan Imlek, kemudian menjelang Ramadhan, Idul Fitri, Natal, tahun baru dan hari besar lainnya agar akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau semakin mudah.
"Berdasarkan hasil pemantauan kami di mana menjelang hari raya keagamaan seperti itu banyak sekali komoditas-komoditas yang mengalami kenaikan harga oleh sebab itu gerakan pangan murah sangat diperlukan," ujarnya.
Dia mencontohkan harga cabai di mana biasanya Rp30 ribu per kilo, pada hari raya keagamaan bisa mencapai Rp50 ribu-Rp100 ribu per kilogram, lalu bawang merah biasa Rp30 ribu per kilogram namun bisa naik menjadi Rp65 ribu per kilogram. Oleh sebab itu guna menjaga stabilitas pangan murah seperti ini harus dilakukan.
"Pada Jumat (13/2) Pemprov Papua telah mengelar pangan murah untuk itu saya minta Pemda kabupaten dan kota di Bumi Cenderawasih juga mengelar kegiatan tersebut," katanya lagi.
Dia menambahkan Pemerintah Provinsi Papua berharap langkah yang dilakukan ini bisa juga mampu membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan inflasi daerah sepanjang 2026.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
