Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua Pegunungan sebut besaran anggaran bangun RSUD tipe B Rp700 miliar

Minggu, 1 Maret 2026 18:04 WIB
Image Print
Plt Kepala Dinkes Papua Pegunungan Titus Kogoya diwawancarai di ruang kerjanya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/Yudhi Efendi

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut besaran anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B di Wamena, Kabupaten Jayawijaya kurang lebih Rp700 miliar-Rp800 miliar.

“Pembangunan RSUD tipe B milik Provinsi Papeg cukup besar dan tidak bisa dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD melainkan dukungan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN),” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Papeg Titus Kogoya dalam keterangan di Wamena, Minggu.

Ia mengatakan pembangunan RSUD tipe B akan digabungkan dengan pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Papeg.

“Pembangunan rumah sakit dan labkesda akan dibangun bersamaan di satu lokasi yang telah kami tentukan yakni Gunung Susu Wamena, Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya.

Dia menjelaskan permintaan dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pembangunan rumah sakit tipe B terus dilakukan sehingga segera ditindaklanjuti.

“Rumah sakit memang sangat penting untuk memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat di delapan kabupaten. Saat ini, rumah sakit yang beroperasi secara optimal hanya RSUD Wamena milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, maka perlu dibangun pusat layanan milik provinsi di daerah otonomi baru (DOB),” katanya.

Dia menambahkan kajian dampak lingkungan serta dokumen pendukung lain terkait dengan rencana pembangunan RSUD tipe B telah selesai dikerjakan dan menjadi fondasi awal dalam meminta dukungan Kemenkes.

“Masterplan (rencana induk) telah selesai dikerjakan, sehingga dokumen itulah yang menjadi dasar untuk meminta dukungan dari APBN Kemenkes RI,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026