Logo Header Antaranews Papua

Gubernur Papua resmikan layanan cuci darah RSUD Abepura

Selasa, 17 Maret 2026 09:22 WIB
Image Print
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri meresmikan unit hemodialisa atau layanan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kota Jayapura, Senin (16/3/2026). ANTARA/HO-Pemprov Papua

Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Mathius D Fakhiri meresmikan unit hemodialisa atau layanan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kota Jayapura sebagai upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

“RSUD Abepura merupakan salah satu rumah sakIt milik pemerintah maka sudah seharusnya layanan cuci darah ini di tempat tersebut harus hadir,” katanya usai meresmikan layanan unit hemodialisa di RSUD Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin.

Dia mengharapkan kehadiran layanan hemodialisa di RSUD Abepura membantu pasien gagal ginjal untuk mendapatkan pelayanan medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan lain.

“Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan cuci darah,” ujarnya.

Dia menjelaskan layanan cuci darah salah satu penanganan bagi pasien yang mengalami gagal ginjal stadium lanjut.

"Namun demikian, rumah sakit juga diharapkan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi turut memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data, katanya, terjadi peningkatan kasus penyakit ginjal kronis yang perlu menjadi perhatian bersama, sehingga masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat guna mencegah penyakit tersebut.

“Bukan hanya tempat cuci darahnya yang penting, tetapi juga harus dicari akar persoalannya mengapa masyarakat sampai harus menjalani cuci darah,” ujarnya.

Pihaknya juga mengingatkan rumah sakit di Kota Jayapura untuk saling berkoordinasi dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga pasien tidak menumpuk di satu fasilitas kesehatan.

“Kalau memang satu rumah sakit kapasitasnya sudah penuh, pelayanan bisa dibagi ke rumah sakit lain agar penanganan pasien bisa lebih cepat,” katanya.

Dia menjelaskan sektor kesehatan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah karena masyarakat yang sehat menjadi dasar bagi tercipta pembangunan yang berkelanjutan di Papua.

“Kesehatan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026