Logo Header Antaranews Papua

Wabup Jayawijaya letakkan batu pertama pembangunan Gereja Kingmi Yonggime

Senin, 2 Maret 2026 15:13 WIB
Image Print
Wabup Jayawijaya Ronny Elopere meletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Baru Kingmi Yonggime, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayawijaya.

Wamena (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Jayawijaya, Papua Pegunungan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Kingmi Yonggime, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, sebagai upaya memperkuat kegiatan kerohanian di wilayah setempat.

Wabup Jayawijaya Ronny Elopere di Wamena, Senin mengatakan dengan dimulainya pembangunan Gedung Gereja Kingmi Yoggime maka dapat mendukung kegiatan-kegiatan kerohanian ke depan.

"Kami pemerintah daerah menyampaikan selamat dan sukses atas peletakan batu pertama pembangunan gereja ini. Semoga adanya gereja baru ini dapat meningkatkan kegiatan kerohanian bagi jemaat di Yonggime," katanya.

Menurut dia, dengan pembangunan Gedung Gereja Kingmi Yonggime maka dapat membangun kerohanian dan mentalitas jemaat dalam menghadapi setiap tantangan zaman.

"Kami harap gereja ini akan meningkatkan kerohanian dan mentalitas, sehingga hal-hal positif dapat terus dilakukan di tempat ini," ujarnya.

Dia menilai gereja bukan sekadar tempat peribadatan, tetapi tempat di mana masyarakat dapat membangun persaudaraan, kasih dan kerukunan umat beragama.

"Mari kita bangun kerukunan yang baik dan di tengah masyarakat majemuk sehingga tercipta nilai-nilai persaudaraan sehingga dapat sama-sama membangun Jayawijaya lebih baik ke depan," katanya.

Dia menambahkan pemerintah daerah terus memberikan dukungan kepada masyarakat dalam membangun sarana keagamaan di Jayawijaya demi terwujudnya masyarakat yang lebih religius.

"Melalui momen ini kami mengharapkan masyarakat Jayawijaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita dukung program pemerintah lima tahun ke depan guna mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026