Logo Header Antaranews Papua

BEI Papua sebut pasar modal jadi alternatif pembiayaan transparan

Selasa, 31 Maret 2026 07:33 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kresna Aditya Payokwa. ANTARA/Qadri Pratiwi

Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua menyatakan pasar modal dapat menjadi alternatif pembiayaan yang sehat dan transparan bagi pelaku usaha di daerah sekaligus membuka peluang investasi yang aman bagi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kresna Aditya Payokwa di Jayapura, Senin, mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif kerja sama yang bertujuan memperluas inklusi keuangan di wilayah Papua.

"Kehadiran pasar modal di daerah tidak hanya memberikan akses pembiayaan bagi dunia usaha, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mulai mengenal instrumen investasi yang legal dan diawasi," katanya.

Menurut Kresna, sehingga pasar modal dapat menjadi alternatif pembiayaan yang sehat dan transparan bagi pelaku usaha sekaligus memberikan peluang investasi yang aman bagi masyarakat.

"Melalui program edukasi dan pendampingan yang akan dilakukan, diharapkan semakin banyak masyarakat Papua memahami mekanisme pasar modal serta mampu memanfaatkannya secara bijak," ujarnya.

Dia menjelaskan hingga Januari 2026 jumlah investor pasar modal di Papua telah mencapai 136.735 untuk itu literasi keuangan menjadi kunci utama agar masyarakat tidak hanya menjadi investor, tetapi juga memahami risiko dan manfaat dari setiap instrumen investasi yang dipilih.

"Oleh sebab itu kami juga akan menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan edukasi, termasuk ke kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," katanya lagi.

Untuk itu, hasil audiensi akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan jadwal pelaksanaan program serta pembentukan tim teknis agar kolaborasi berjalan efektif.

"Dengan langkah tersebut kami optimistis tingkat inklusi dan literasi keuangan di Papua dapat terus meningkat secara berkelanjutan,"ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026