
BEI ajak guru menjadi investor guna tumbuhkan budaya investasi di Tanah Papua

Jayapura (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan salah satunya melalui ajakan kepada para guru untuk menjadi investor di pasar modal.
Kepala BEI Papua Kresna Aditya Payokwa di Jayapura, Sabtu, mengatakan langkah itu dinilai strategis dalam menumbuhkan budaya investasi yang sehat sejak dini di Tanah Papua.
"Guru memiliki peran yang sangat besar sebagai teladan sekaligus edukator yang baik bagi para pelajar ketika guru memahami dan mempraktikkan investasi, maka dapat menyampaikan ilmu secara lebih efektif kepada siswa," katanya.
Menurut Kresna, guru adalah role model yang setiap hari berinteraksi langsung dengan anak-anak.
"Jika para guru paham investasi yang benar, maka literasi keuangan bisa ditanamkan dengan tepat sejak bangku sekolah,” ujar dia.
Untuk mendukung upaya tersebut, BEI Papua menghadirkan program “Guruku Investor Saham”, yang memberikan pelatihan literasi pasar modal dan fasilitas pembukaan rekening efek bagi guru di tingkat SMA, katanya, menjelaskan.
"Melalui kerja sama dengan galeri investasi edukasi di sekolah, setiap guru juga mendapatkan modal awal investasi dengan nilai maksimal Rp500 ribu," katanya.
Edukasi ke para guru ink penting untuk melindungi generasi muda dari maraknya praktik investasi bodong dan judi online yang menyasar pelajar. Dengan memperkuat pengetahuan guru, proses pencegahan bisa dilakukan lebih dekat dan efektif, katanya, menambahkan.
“Anak-anak harus dikenalkan pada pengelolaan keuangan yang sehat, bukan justru terjebak dalam tindakan spekulatif yang merugikan,” ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
