Logo Header Antaranews Papua

Pemprov sebut kolaborasi kampus jadi kunci peningkatan SDM di Papua

Rabu, 1 April 2026 21:26 WIB
Image Print
Suasana pertemuan antara Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua, Husni Ingratubun dan Rektor UKSW, Intiyas Utami, saat melakukan pertemuan bersama para perguruan tinggi swasta di Kota Jayapura, Papua. ANTARA/HO- Pemprov Papua

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menegaskan kolaborasi antarperguruan tinggi penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Bumi Cenderawasih.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait di Jayapura, Rabu mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi berbasis kajian ilmiah terhadap persoalan sosial dan ekonomi di Papua.

“Oleh sebab itu sinergi antara perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan," katanya dalam pertemuan dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua dan Universitas Kristen Satya Wacana untuk membahas kerja sama peningkatan SDM tenaga dosen di daerah itu.

Menurut Sohilait, Papua saat ini menghadapi sejumlah tantangan, antara lain penurunan kapasitas fiskal daerah, persoalan pendidikan, serta kekurangan tenaga guru

"Kami sangat memberikan apresiasi kepada Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua dan Universitas Kristen Satya Wacana yang melakukan kolaborasi dalam peningkatan SDM bagi masyarakat Papua," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Papua, Husni Ingratubun, mengatakan saat ini terdapat 28 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Papua dengan capaian akreditasi rata-rata berada pada kategori “baik sekali”, namun belum ada yang mencapai peringkat “unggul”.

"Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi yang telah berstatus unggul dinilai penting untuk mempercepat peningkatan mutu SDM," katanya.

Menurut Husni, kerja sama tersebut akan mencakup penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan akreditasi institusi.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas pimpinan dan institusi PTS di Papua pada tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UKSW, Intiyas Utami, mengatakan kerja sama ini juga akan difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya peningkatan kapasitas dosen melalui studi lanjut jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).

“Kami melihat program pemerintah daerah Papua dalam meningkatkan kualitas SDM sangat sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas dosen melalui pendidikan pascasarjana,” katanya.

Menurut Intiyas, UKSW juga membuka peluang kolaborasi dalam penyelenggaraan perkuliahan, termasuk pertukaran mata kuliah hingga program double degree antara PTS di Papua dan UKSW.

"Kami sangat berkomitmen mendorong kolaborasi riset internasional melalui publikasi bersama guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi di Papua di tingkat global. Kami berharap ini langkah awal transformasi pendidikan tinggi di Papua melalui sinergi lintas institusi, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah menuju Papua yang lebih maju dan berdaya saing," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026