Logo Header Antaranews Papua

Ekonomi Papua tumbuh 4,96 persen pada triwulan pertama 2026

Kamis, 7 Mei 2026 11:54 WIB
Image Print
Pelaku UMKM saat berjulan makanan khas Papua pada salah satu kegiatan di Kota Jayapura, Papua. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Papua mencatat ekonomi Provinsi Papua pada triwulan I 2026 tumbuh 4,96 persen secara tahunan year-on-year (yoy) meski secara triwulan mengalami kontraksi sebesar 0,80 persen akibat penurunan aktivitas ekonomi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Papua Emi Puspitarini di Jayapura, Rabu, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja ekonomi Papua masih berada pada tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal ini juga di lihat dari sisi lapangan usaha yang mana pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 7,44 persen, diikuti jasa lainnya sebesar 7,23 persen serta real estat sebesar 6,93 persen," katanya.

Menurut Emi, sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 8,26 persen, disusul ekspor barang dan jasa sebesar 6,41 persen dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 4,65 persen.

"Meski begitu secara triwulan quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Papua pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,80 persen dibandingkan triwulan sebelumnya," ujarnya.

Dia menjelaskan kontraksi tersebut dipengaruhi oleh penurunan aktivitas pada sejumlah sektor, terutama transportasi dan pergudangan yang mengalami kontraksi sebesar 4,11 persen.

"Dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam terjadi pada konsumsi pemerintah yang turun sebesar 16,20 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto sebesar 4,59 persen serta ekspor barang dan jasa sebesar 3,30 persen," katanya lagi.

Dia menambahkan, struktur ekonomi Papua masih didominasi oleh sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 19,37 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 16,37 persen serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,22 persen.

"Sementara itu, di sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sebesar 54,85 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026