Logo Header Antaranews Papua

Kemenag Papua masukkan program pencegahan pornografi dalam pendidikan lokal

Jumat, 3 April 2026 20:54 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran saat menghadiri Rakor pencegahan dan penanganan pornografi secara daring pada Rabu (1/4). ANTARA/HO- Kemenag Papua

Jayapura (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua bakal memasukkan upaya pencegahan pornografi dalam pembinaan pendidikan keagamaan dan masyarakat sebagai langkah strategis membangun lingkungan yang sehat dan bermartabat.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran di Jayapura, Jumat, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi nasional terkait pencegahan dan penanganan pornografi yang digelar Kemenag RI.

“Pada Rabu (1/4) kami menghadiri Rakor Pencegahan Dan Penanganan Pornografi secara daring untuk itu kami di Papua siap menindaklanjuti hasil rakor dengan mengintegrasikan program pencegahan pornografi dalam pembinaan pendidikan dan kehidupan keagamaan di daerah,” katanya.

Menurut Klemens, dengan pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek edukasi kepada peserta didik dan masyarakat luas agar memiliki kesadaran dalam menyaring informasi.

“Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus dimulai dari peningkatan kesadaran. Edukasi kepada siswa, santri, dan masyarakat menjadi poin penting agar tidak terpapar konten negatif,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pencegahan pornografi juga perlu dilakukan secara terintegrasi dengan penanganan kekerasan seksual, mengingat keduanya memiliki keterkaitan yang erat dalam berbagai kasus.

"Selain itu, kami akan memperkuat koordinasi lintas sektor serta mengoptimalkan peran satuan kerja di daerah, termasuk unit layanan terpadu (ULT), dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya juga berkomitmen menyusun langkah-langkah konkret yang dapat dievaluasi secara berkala, termasuk pelaporan kegiatan yang telah dilakukan serta perencanaan program ke depan.

“Kami berharap program ini tidak hanya berjalan secara formal, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Melalui langkah tersebut, kami berupaya menghadirkan pendidikan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026