Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua sebut 65 SMP gunakan VSAT untuk TKA 2026

Jumat, 10 April 2026 05:32 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mencatat sebanyak 65 satuan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat menggunakan jaringan satelit atau VSAT untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Papua Marthen Medlama di Jayapura, Kamis, mengatakan dengan cara tersebut pelajar di 65 sekolah tersebut mengikuti ujian dengan tenang tanpa adanya gangguan jaringan.

"Berdasarkan data kami di mana terdapat 229 satuan pendidikan tingkat SMP, yang mana terdiri dari 65 sekolah menggunakan jaringan satelit/VSAT dan 164 Telkom/Telkomsel," katanya.

Untuk itu siswa yang ada di 164 sekolah yang menggunakan Telkom/Telkomsel dan terganggu jaringannya bakal melakukan ujian susulan ulang pada Jumat (10/4).

"Pelaksanaan ujian hari ini memang terganggu karena adanya gangguan jaringan telekomunikasi, yang mana dari pukul 8.45 WIT hingga 14.30 WIT sehingga khususnya yang menggunakan layanan Telkom sebagai akses internet akan dilakukan ujian susulan,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk Kota Jayapura tercatat memiliki 49 satuan pendidikan dengan rincian satu sekolah menggunakan jaringan satelit/VSAT dan 48 sekolah memanfaatkan jaringan Telkom atau Telkomsel.

"Lalu Kabupaten Jayapura memiliki 48 satuan pendidikan dengan sembilan sekolah menggunakan VSAT dan 39 sekolah menggunakan jaringan Telkom/Telkomsel," katanya.

Sementara Kabupaten Biak Numfor mencatat 51 satuan pendidikan, terdiri dari 11 sekolah berbasis VSAT dan 40 sekolah berbasis jaringan Telkom/Telkomsel.

"Selanjutnya Kabupaten Kepulauan Yapen terdapat 21 satuan pendidikan dengan delapan sekolah menggunakan VSAT dan 13 sekolah memanfaatkan jaringan Telkom/Telkomsel. Kabupaten Keerom memiliki 18 satuan pendidikan, dengan enam sekolah menggunakan VSAT dan 12 lainnya menggunakan jaringan Telkom/Telkomsel," ujarnya.

Dia menjelaskan Kabupaten Sarmi mencatat 16 satuan pendidikan dengan komposisi seimbang, masing-masing delapan sekolah menggunakan VSAT dan Telkom/Telkomsel. Kabupaten Supiori memiliki sembilan satuan pendidikan terdiri dari enam sekolah menggunakan VSAT dan tiga sekolah menggunakan jaringan Telkom/Telkomsel.

"Sementara itu, Kabupaten Waropen mencatat 13 satuan pendidikan dengan dominasi penggunaan VSAT sebanyak 12 sekolah, dan satu sekolah menggunakan jaringan Telkom/Telkomsel. Kabupaten Mamberamo Raya memiliki empat satuan pendidikan yang seluruhnya menggunakan jaringan VSAT," katanya.

Sebelumnya, telah terjadi penurunan layanan telekomunikasi digital TelkomGroup di wilayah Jayapura, Papua, sejak pukul 8.45 WIT dan normal kembali pukul 14.30 WIT, yang mana gangguan disebabkan oleh kendala pada perangkat penguat sinyal (amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai, yang merupakan titik terminasi jaringan kabel laut SKKL Patara di Papua.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026