Logo Header Antaranews Papua

Pemuda Papua sebut keutuhan bangsa tanggung jawab bersama

Kamis, 30 April 2026 22:15 WIB
Image Print
Steve Mara , tokoh pemuda Papua yang merupakan mahasiswa program doktoral asal Papua di University of Bradford. (ANTARA/HO/Dok Steve Mara)

Jayapura (ANTARA) - Tokoh Pemuda Papua Steve R. E. Mara menyebutkan menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat di Bumi Cenderawasih khususnya dalam rangka memperingati proses integrasi ke dalam NKRI setiap tanggal 1 Mei.

"Tanggal 1 Mei merupakan momentum refleksi sejarah dan persatuan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya dalam siaran pers di Jayapura, Kamis.

Menurut Steve, proses integrasi Papua ke dalam NKRI merupakan bagian dari dinamika panjang dekolonisasi yang melibatkan berbagai pihak di tingkat internasional.

"Tanggal 1 Mei 1963 menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah tersebut, karena pada saat itu Papua secara resmi diserahkan kepada Indonesia melalui mekanisme yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," ujar Steve Mara yang menjabat sebagai Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum.

Dia menjelaskan proses integrasi Papua ke dalam NKRI dimulai dari Konferensi Meja Bundar hingga Perjanjian New York 1962 merupakan proses diplomasi yang sah dan diakui dunia internasional.

“Ini adalah bagian dari sejarah yang harus dipahami secara utuh, karena integrasi Papua merupakan hasil proses panjang yang melibatkan hukum internasional dan kesepakatan global,” kata Steve yang merupakan mahasiswa program doktoral asal Papua di University of Bradford.

Dia menambahkan pihaknya mengajak generasi muda Papua untuk tidak terjebak dalam perdebatan masa lalu, melainkan fokus pada upaya membangun masa depan dengan meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan serta keterlibatan aktif dalam pembangunan di berbagai sektor.

"Generasi muda Papua harus mengambil peran dengan meningkatkan kualitas diri dan bersama-sama membangun daerah serta bangsa ini, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat atau narasi yang dapat memecah belah persatuan," ujarnya lagi.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026