
BBKSDM Papua harap kerja sama stakeholder jaga kelestarian hutan

Wamena (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDM) Papua mengharapkan kerja sama pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat adat di Papua Pegunungan (Papeg) untuk menjaga kelestarian hutan.
Kepala BBKSDM Papua Johny Santosa dalam keterangan tertulis di Wamena, Jumat, mengatakan untuk menjaga kelestarian hutan membutuhkan kerja sama semua pihak terutama pemda dan masyarakat di Papua Pegunungan.
“Hutan itu perlu dijaga dan dilestarikan sehingga keseimbangan alam dapat terus terjaga dengan baik khususnya di Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut Santosa, Indonesia’s Folu Net Sink 2030 merupakan komitmen nasional untuk menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai penyerap bersih atau Net Sink emisi karbon pada 2030.
“Net Sink emisi karbon 2030 memiliki lima program prioritas diantaranya pengelolaan hutan lestari, peningkatan cadangan karbon, konservasi keanekaragaman hayati, restorasi sistem gambut dan penegakan hukum dan penguatan kapasitas kelembagaan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Papua Pegunungan memiliki kawasan hutan yang cukup luas maka perlu dukungan dan penjagaan yang baik sehingga target Net Sink emisi karbon tahun 2030 dapat terealisasi.
“Kami juga berharap adanya kerja sama program dan kebijakan yang baik antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat supaya kawasan hutan di Papua Pegunungan dapat terlindungi,” katanya.
Dia menambahkan, kawasan hutan di Papua menjadi harapan besar Indonesia dalam menyerap emisi karbon rumah kaca.
Luas Kawasan hutan di Papua Pegunungan mencapai 5,1 juta hektare terdiri dari hutan terbatas 474.745,07 hektare, hutan produksi seluas 341.866,48 hektare, hutan lindung seluas 1,84 juta hektare dan hutan konservasi seluas 1,80 juta hektare.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
