Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Jayawijaya salurkan bantuan sosial tujuh titik pengungsian

Kamis, 21 Mei 2026 18:29 WIB
Image Print
Bupati Jayawijaya Atenius Murib bersama rombongan memberikan bantuan secara simbolis di salah satu titik pengungsian di daerah itu sekaligus melihat secara langsung masyarakat yang mengungsi tersebut.ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayawijaya.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan menyalurkan bantuan sosial ke tujuh titik pengungsian di daerah setempat pascakonflik suku di Wamena.

Penyerahan bantuan sosial itu langsung dilakukan oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murib dan pimpinan -pimpinan organisasi daerah atau OPD sekaligus melihat kondisi terkini masyarakat yang mengungsi tersebut.

Atenius Murib dalam keterangan di Wamena, Kamis, mengatakan tujuh titik atau lokasi yang dikunjungi dalam penyaluran bantuan tersebut yakni di Pugima, Husewa dua tempat, Wouma, kediaman Lenis Kogoya, Batalyon 756/WMS dan Megapura.

“Dalam kunjungan sekaligus penyerahan bantuan kami menyerahkan bantuan Rp100 juta kepada keluarga korban supaya dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya,” katanya.

Bantuan sosial duka di Husewa beras 2 ton, mie instan 30 karton, minyak goreng 1 karton, bantuan sosial duka di Pugima beras 1 ton, mie instan 20 karton, minyak goreng 1 karton.

Bantuan sosial pengungsi di Husewa beras 20 sak, mie instan 10 karton, minyak goreng 1 karton, bantuan pengungsi di Wouma Bawah Minimal beras 5 sak 50 kilogram, mie instan 10 karton, minyak goreng 1 karton.

Bantuan pengungsi di kediaman Lenis Kogoya Musaima beras 100 kilogram, bantuan pengungsi di Batalyon 756/WMS beras 1 ton, mie instan 15 karton, minyak goreng 2 karton, ikan kaleng satu karton dan bantuan pengungsi di Megapura beras 1 ton.

Menurut dia, konflik suku yang terjadi pada 15 Mei 2026 berlangsung selama satu hari dan pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengendalikan situasi.

“Pada 16 Mei 2026 pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi sehingga situasi dapat dipulihkan dan kerusuhan berhasil dihentikan sesuai imbauan pemerintah,” ujarnya.

Dia menjelaskan pada 17-18 Mei 2026, pemerintah bersama aparat keamanan fokus melakukan pemulihan kondisi, pencarian dan evakuasi korban termasuk korban yang hanyut akibat konflik tersebut.

“proses penanganan dan pencarian korban telah berjalan selama lima hari dan dijadwalkan selesai pada hari ini (Kamis),” katanya.

Dia menambahkan pemerintah daerah terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak baik kepada keluarga korban meninggal dunia maupun warga yang sempat mengungsi di sejumlah lokasi.

“Kami sudah mengunjungi dan memberikan bantuan di beberapa titik seperti Piramid, Musatfak, Hubikiak, Wale Lagama, hingga Husewa dan Maima,” ujarnya.

Dia memastikan kondisi Kota Wamena kini mulai kembali normal, aktivitas pemerintahan berjalan seperti biasa, sekolah kembali aktif dan masyarakat yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.

“Meski begitu Pemkab Jayawijaya tetap berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang masih tersisa pascakonflik serta terus melakukan langkah pemulihan bagi masyarakat terdampak,” katanya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026