Logo Header Antaranews Papua

Polres Biak beri "trauma healing" kepada warga terdampak ledakan bom

Rabu, 3 Juni 2026 16:02 WIB
Image Print
Personel Polres Biak Numfor saat memberikan trauma healing ke anak-anak terdampak ledakan bom di Biak. (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Resor Biak Numfor mengerahkan 36 personel untuk memberikan trauma healing kepada warga yang terdampak ledakan bom yang diduga peninggalan perang dunia II di Biak.

Waka Polres Biak Numfor Kompol Jebelina Walli di Biak, Rabu, mengatakan 36 personel yang dilibatkan itu adalah anggota Polwan yang saat bertugas dibagi tiga kelompok sehingga setiap hari bisa melaksanakan trauma healing.

Kegiatan yang dilaksanakan di dua lokasi penampungan warga yang terdampak bertujuan untuk membantu menghilangkan trauma yang dialami, khususnya pada anak-anak.

"Ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi psikologis masyarakat pascakejadian, sehingga melalui pendekatan humanis yang dilakukan Polwan Polres Biak Numfor diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan moral untuk membantu memulihkan rasa aman dan mengurangi dampak trauma yang masih dirasakan," kata Kompol Jebelina.

Dihubungi dari Jayapura, Waka Polres Biak Numfor mengatakan, selama pendampingan yang diberikan khususnya pada anak-anak, personel mengajak mereka bermain dan menyanyi.

Kegiatan trauma healing dilaksanakan di dua lokasi penampungan, yakni di Kantor Satpol-PP Biak Numfor dan Hotel Mapia, berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIT.

Selain memberikan trauma healing, personel Polri juga menyerahkan bantuan makanan ringan dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, kata Kompol Jebelina Walli.

Insiden meledaknya bom yang diduga peninggalan PD II di Biak pada Minggu (31/5) tersebut menyebabkan enam orang meninggal, tiga orang dilaporkan hilang, serta sembilan rumah rusak.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polres Biak beri "trauma healing" kepada warga terdampak ledakan bom



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026