Sabtu, 22 Juli 2017

Presiden: harus dibangun jembatan penghubung Jayawijaya-Agats

id Presiden: harus dibangun jembatan penghubung Jayawijaya-Agats, Papua, Kodam Cenderawasih
Presiden: harus dibangun jembatan penghubung Jayawijaya-Agats
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo (kanan) meninjau Jalur Trans Papua menggunakan motor trail sejauh tujuh km di ruas jalan Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (10/5). Pembangunan jalan nasional Trans-Papua sepanjang 4330,07 km telah tersambung sekitar 89 persen dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pada 2018 seluruh ruas jalur Trans Papua telah tersambung. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/foc/17)
Terkait jembatan, harus dibangun 35 unit dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ke Agats di Kabupaten Asmat," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau pembangunan jalan trans-Papua di Kabupaten Jayawijaya
Wamena (Antara Papua) - Presiden Joko Widodo mengatakan untuk menghubungkan dua kabupaten di wilayah pegunungan Papua yaitu Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Asmat, selain telah dibangun jalan trans, juga harus dibangun 35 unit jembatan.

"Terkait jembatan, harus dibangun 35 unit dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ke Agats di Kabupaten Asmat," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau pembangunan jalan trans-Papua di Kabupaten Jayawijaya, Rabu.

Dari jumlah yang harus dibangun itu, lanjut Presiden, separuh dalam proses pengerjaan.

"Yang sudah dikerjakan atau dalam proses sebanyak 15 unit jembatan," katanya.

Ia menambahkan bahwa pekerjaan jembatan di Papua khususnya di wilayah pegunungan Papua merupakan pekerjaan besar sebab memiliki medan yang berat.

Pada kunjungan kerja ke tiga kalinya di Kabupaten Jayawijaya itu, Presiden yang didampingi Menteri PUPR dan pejabat tinggi yang sebelumnya menggunakan mobil, melanjutkan perjalanan menuju lokasi pamantauan jalan trans-Papua di Danau Habema, Jayawijaya menggunakan sepeda motor.

"Tadi kita coba jalan yang sudah aspal dan yang belum diaspal supaya masyarakat di seluruh Tanah Air tahu betapa sulitnya membangun jalan di Papua. Bukan susah, sangat sulit sekali. Tanahnya bergunung - gunung," kata Jokowi.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo mengatakan komitmen Presiden untuk mambangun Papua sangat luar biasa, dan kunjungan ke Jayawijaya bukan yang pertama kali.

"Sudah tiga kali Bapak Presiden berkunjung ke Jayawijaya. Beliau datang ini untuk melihat kondisi kita, jadi apa yang beliau lihat bisa dikerjakan. Dan saya kira perjalanan kita hari ini, apalagi beliau sendiri bisa menggunakan motor, ini satu bukti komitmen beliau untuk tuntaskan pekerjaan jalan supaya rakyat Papua, lebih khusus di pegunungan tengah bisa menikmati pembangunan dengan baik," kata John. (*)

Editor: Anwar Maga

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga