Senpi polisi ditemukan di sekretariat KNPB di Dekai
Minggu, 22 Maret 2015 15:22 WIB
Ilustrasi senpi polisi (Foto: Antara News)
Jayapura (Antara Papua)- Senjata api (senpi) polisi yang dirampas saat pembubaran paksa aksi massa, Sabtu (21/3), ditemukan di sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), organisasi yang mendukung Papua merdeka, di Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo.
Kapolres Yahukimo AKBP Ade Jaja, ketika dihubungi Antara dari Jayapura, Minggu, mengatakan, senpi jenis revolver milik Kasat Intel Polres Yahukimo Ipda Budi Santosa itu ditemukan setelah polisi melakukan penyisiran di sejumlah lokasi.
"Bahkan, kami sempat menggeluarkan ultimatum dan meminta agar senpi milik anggota segera dikembalikan dalam waktu 2 x 24 jam," ujarnya.
Namun, karena tidak dikembalikan maka pihaknya melakukan penyisiran hingga menemukan senpi tersebut di sekretariat KNPB di Dekai.
Senpi milik polri itu diambil saat yang bersangkutan dikeroyok massa pascapembubaran aksi penggumpulan dana yang dilakukan KNPB di Dekai.
Bahkan selain melakukan penggumpulan dana dengan cara meminta sumbangan dari masyarakat yang melewati ruas jalan tersebut, massa KNPB juga melakukan penganiayaan terhadap sejumlah warga sipil.
Tercatat empat warga sipil mengalami luka-luka akibat dianiaya massa KNPB, termasuk salah satunya karyawan dari perusahaan penerbangan Susi Air.
"Akibatnya hingga kini perusahaan penerbangan yang melayani route ke Dekai enggan beroperasi," ujarnya.
Menurutnya, agar perusahaan penerbangan mau kembali beroperasi pihaknya sudah memberikan jaminan keamanan baik secara lisan maupun tertulis.
"Kini situasi sudah kembali kondusif," kata AKBP Ade. (*)
Kapolres Yahukimo AKBP Ade Jaja, ketika dihubungi Antara dari Jayapura, Minggu, mengatakan, senpi jenis revolver milik Kasat Intel Polres Yahukimo Ipda Budi Santosa itu ditemukan setelah polisi melakukan penyisiran di sejumlah lokasi.
"Bahkan, kami sempat menggeluarkan ultimatum dan meminta agar senpi milik anggota segera dikembalikan dalam waktu 2 x 24 jam," ujarnya.
Namun, karena tidak dikembalikan maka pihaknya melakukan penyisiran hingga menemukan senpi tersebut di sekretariat KNPB di Dekai.
Senpi milik polri itu diambil saat yang bersangkutan dikeroyok massa pascapembubaran aksi penggumpulan dana yang dilakukan KNPB di Dekai.
Bahkan selain melakukan penggumpulan dana dengan cara meminta sumbangan dari masyarakat yang melewati ruas jalan tersebut, massa KNPB juga melakukan penganiayaan terhadap sejumlah warga sipil.
Tercatat empat warga sipil mengalami luka-luka akibat dianiaya massa KNPB, termasuk salah satunya karyawan dari perusahaan penerbangan Susi Air.
"Akibatnya hingga kini perusahaan penerbangan yang melayani route ke Dekai enggan beroperasi," ujarnya.
Menurutnya, agar perusahaan penerbangan mau kembali beroperasi pihaknya sudah memberikan jaminan keamanan baik secara lisan maupun tertulis.
"Kini situasi sudah kembali kondusif," kata AKBP Ade. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarukdijati
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi tangkap dua pengedar ganja di Abepura beserta bukti 14 paket siap edar
15 April 2026 7:04 WIB
Bupati Atenius tegaskan peran sentral Satuan Polisi Baliem di Kabupaten Jayawijaya
31 December 2025 12:06 WIB