Labfor Polri usut kebakaran kantor KPU Mimika
Selasa, 9 Juni 2015 14:40 WIB
Ilustrasi aktivtas Labfor Polri (Foto: Antara News)
Timika (Antara Papua) - Tim dari Pusat Laboratorium Forensik Polri di Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Senin siang mulai mengusut kebakaran Kantor KPU Mimika di Jalan Cenderawasih Kampung Karang Senang, Distrik Kuala Kencana.
Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mudjiharso kepada Antara di Timika, Senin, mengatakan dua orang anggota Puslabfor Polri sudah berada di Timika untuk menyelidiki sebab-sebab terjadinya kebakaran Kantor KPU Mimika pada Sabtu (6/6) dini hari.
Tim Puslabfor Polri dibantu tim identifikasi Polres Mimika diharapkan dapat menuntaskan pekerjaan tersebut dalam dua hingga tiga hari ke depan.
"Hingga sekarang kita belum bisa memberikan kesimpulan sebelum adanya bukti yang autentik. Tim Puslabfor Polri dari Makassar sudah mulai bekerja dan mereka mengupayakan semaksimal mungkin untuk menemukan penyebab kebakaran tersebut," ujar Yustanto.
Menurut dia, Polres Mimika sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa saat setelah Kantor KPU Mimika terbakar pada Sabtu (6/6) dini hari dan melakukan pengamanan lokasi itu dengan memberi garis polisi.
Namun untuk memastikan apakah kebakaran Kantor KPU Mimika akibat tindakan sengaja oleh oknum-oknum tertentu, hal itu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
"Apakah pemicu kebakaran akibat bom molotov ataukah karena benda-benda lain, ini yang masih perlu diselidiki," jelasnya.
Selain itu, katanya, polisi sudah mulai memanggil sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa awal kebakaran Kantor KPU Mimika. Polisi juga meminta Ketua KPU Mimika Yohanes Kemong agar segera membuatkan laporan polisi.
"Kami sudah memanggil tiga orang saksi yang mengetahui peristiwa itu dari awal. Dari situ akan kita gali peristiwa kebakarannya mulai jam berapa, dan apakah ada tanda-tanda mencurigakan sebelum terjadi kebakaran," jelasnya.
Kapolda Papua Irjen Polisi Yotje Mende meminta jajaran Polres Mimika untuk mengusut serius masalah tersebut. Kapolda Papua juga menugaskan sejumlah pejabat di jajarannya untuk membantu Polres Mimika dalam mengungkap kasus tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendiskreditkan satu kelompok tertentu, atau partai tertentu atau SK tertentu. Yang kita usut adalah oknum individu yang diduga melakukan pembakaran fasilitas Kantor KPU Mimika, bukan orang dari partai tertentu, kelompok tertentu atau SK tertentu," ujar Yustanto.
Kebakaran Kantor KPU Mimika diduga kuat terkait dengan hasil rapat pleno KPU Mimika yang berlangsung di Jayapura, Senin (1/6) tentang penetapan 35 caleg terpilih DPRD Mimika periode 2014-2019.
Dalam rapat pleno yang dihadiri oleh KPU Papua dan Bawaslu Papua itu, KPU Mimika menetapkan SK Nomor 17 tahun 2014 sebagai dasar penetapan 35 caleg terpilih DPRD Mimika.
Hingga kini sebanyak 35 caleg terpilih DPRD Mimika periode 2014-2019 hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014 belum juga dilantik lantaran KPU Mimika menerbitkan empat SK berbeda tentang daftar nama-nama caleg terpilih yakni SK Nomor 16A, SK Nomor 17, SK Nomor 18 dan SK Nomor 20. (*)
Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mudjiharso kepada Antara di Timika, Senin, mengatakan dua orang anggota Puslabfor Polri sudah berada di Timika untuk menyelidiki sebab-sebab terjadinya kebakaran Kantor KPU Mimika pada Sabtu (6/6) dini hari.
Tim Puslabfor Polri dibantu tim identifikasi Polres Mimika diharapkan dapat menuntaskan pekerjaan tersebut dalam dua hingga tiga hari ke depan.
"Hingga sekarang kita belum bisa memberikan kesimpulan sebelum adanya bukti yang autentik. Tim Puslabfor Polri dari Makassar sudah mulai bekerja dan mereka mengupayakan semaksimal mungkin untuk menemukan penyebab kebakaran tersebut," ujar Yustanto.
Menurut dia, Polres Mimika sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa saat setelah Kantor KPU Mimika terbakar pada Sabtu (6/6) dini hari dan melakukan pengamanan lokasi itu dengan memberi garis polisi.
Namun untuk memastikan apakah kebakaran Kantor KPU Mimika akibat tindakan sengaja oleh oknum-oknum tertentu, hal itu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
"Apakah pemicu kebakaran akibat bom molotov ataukah karena benda-benda lain, ini yang masih perlu diselidiki," jelasnya.
Selain itu, katanya, polisi sudah mulai memanggil sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa awal kebakaran Kantor KPU Mimika. Polisi juga meminta Ketua KPU Mimika Yohanes Kemong agar segera membuatkan laporan polisi.
"Kami sudah memanggil tiga orang saksi yang mengetahui peristiwa itu dari awal. Dari situ akan kita gali peristiwa kebakarannya mulai jam berapa, dan apakah ada tanda-tanda mencurigakan sebelum terjadi kebakaran," jelasnya.
Kapolda Papua Irjen Polisi Yotje Mende meminta jajaran Polres Mimika untuk mengusut serius masalah tersebut. Kapolda Papua juga menugaskan sejumlah pejabat di jajarannya untuk membantu Polres Mimika dalam mengungkap kasus tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendiskreditkan satu kelompok tertentu, atau partai tertentu atau SK tertentu. Yang kita usut adalah oknum individu yang diduga melakukan pembakaran fasilitas Kantor KPU Mimika, bukan orang dari partai tertentu, kelompok tertentu atau SK tertentu," ujar Yustanto.
Kebakaran Kantor KPU Mimika diduga kuat terkait dengan hasil rapat pleno KPU Mimika yang berlangsung di Jayapura, Senin (1/6) tentang penetapan 35 caleg terpilih DPRD Mimika periode 2014-2019.
Dalam rapat pleno yang dihadiri oleh KPU Papua dan Bawaslu Papua itu, KPU Mimika menetapkan SK Nomor 17 tahun 2014 sebagai dasar penetapan 35 caleg terpilih DPRD Mimika.
Hingga kini sebanyak 35 caleg terpilih DPRD Mimika periode 2014-2019 hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014 belum juga dilantik lantaran KPU Mimika menerbitkan empat SK berbeda tentang daftar nama-nama caleg terpilih yakni SK Nomor 16A, SK Nomor 17, SK Nomor 18 dan SK Nomor 20. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarianus Supar
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Atenius ingatkan warga tak selundupkan minuman alkohol ke Jayawijaya
04 January 2026 7:07 WIB
Gubernur Fakhiri minta TNI-Polri terus mencari korban kapal cepat di Yapen
31 December 2025 13:16 WIB
Polres Jayawijaya pastikan pelaksanaan malam kudus berjalan aman dan tertib
24 December 2025 15:54 WIB
Polda Papua kerahkan 2.150 personel TNI-Polri amankan Operasi Lilin Cartenz 2025
20 December 2025 3:22 WIB
Wakapolri: Kirim beras program SPHP di wilayah yang rawan keamanan gunakan pesawat
10 December 2025 3:00 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Gubernur Papua Pegunungan instruksikan pejabat eselon II-III segera laporkan LHKPN
28 January 2026 6:23 WIB