Pembangunan PLTU Holtekamp masuk tahap pembersihan perpipaan
Kamis, 24 Maret 2016 12:16 WIB
Lokasi pembangunan PLTU Holtekam, di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. (Foto: Antara Papua/Anwar)
Jayapura (Antara Papua) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Papua dan Papua Barat menyatakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp kini tengah memasuki tahapan "steam blow" atau pembersihan perpipaan.
General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Yohanes Sukrislismono, di Jayapura, Kamis, mengatakan proses "steam blow" bertujuan untuk mempersiapkan operasional PLTU Holtekamp.
"Jika nantinya beroperasi secara maksimal, PLTU Holtekamp ini akan menghasilkan daya sebesar 2 x 10 Mega Watt (MW)," katanya.
Yohanes menjelaskan "steam blow" adalah proses pembersihan pemipaan pada siklus uap dengan menggunakan energi kinetik dari uap yang dihasilkan pemompaan boiler feed pump (BFP) dan heat tranfer di bolier.
"Tujuan dari proses `steam blow` adalah membersihkan semua partikel sisa seperti pasir, batu, partikel besi, metal lain, slag pengelasan, dan juga scaling pada permukaan dalam pipa yang tertinggal di superheater dan pipa uap lainnya selama pembuatan pembangkit," ujarnya.
Dia menuturkan jika PLTU Holtekamp sudah dioperasikan dan dalam pengoperasiannya membutuhkan air yang benar-benar bersih dan murni, namun lumpur yang masuk ke saluran uapnya sangat tinggi sehingga harus dibersihkan dan airnya harus dimineralisasi.
"Proses pemurnian air dalam mineralisasi ini membutuhkan waktu yang lama sehingga memperlambat juga kinerja PLTU menghasilkan daya yang dibutuhkan," katanya lagi.
Dia menambahkan untuk mengatasi permasalahan di PLTU Holtekamp ini, pihaknya sudah meminta bantuan dari ITB untuk melakukan kajian dan penelitian guna meminimalisir kendala yang dihadapi. (*)
General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Yohanes Sukrislismono, di Jayapura, Kamis, mengatakan proses "steam blow" bertujuan untuk mempersiapkan operasional PLTU Holtekamp.
"Jika nantinya beroperasi secara maksimal, PLTU Holtekamp ini akan menghasilkan daya sebesar 2 x 10 Mega Watt (MW)," katanya.
Yohanes menjelaskan "steam blow" adalah proses pembersihan pemipaan pada siklus uap dengan menggunakan energi kinetik dari uap yang dihasilkan pemompaan boiler feed pump (BFP) dan heat tranfer di bolier.
"Tujuan dari proses `steam blow` adalah membersihkan semua partikel sisa seperti pasir, batu, partikel besi, metal lain, slag pengelasan, dan juga scaling pada permukaan dalam pipa yang tertinggal di superheater dan pipa uap lainnya selama pembuatan pembangkit," ujarnya.
Dia menuturkan jika PLTU Holtekamp sudah dioperasikan dan dalam pengoperasiannya membutuhkan air yang benar-benar bersih dan murni, namun lumpur yang masuk ke saluran uapnya sangat tinggi sehingga harus dibersihkan dan airnya harus dimineralisasi.
"Proses pemurnian air dalam mineralisasi ini membutuhkan waktu yang lama sehingga memperlambat juga kinerja PLTU menghasilkan daya yang dibutuhkan," katanya lagi.
Dia menambahkan untuk mengatasi permasalahan di PLTU Holtekamp ini, pihaknya sudah meminta bantuan dari ITB untuk melakukan kajian dan penelitian guna meminimalisir kendala yang dihadapi. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Merajut asa tingkatkan kesejahteraan dari serpihan woodchip di pinggiran Skouw
08 October 2025 14:07 WIB
PLN menjamin keandalan listrik di tengah isu larangan ekspor batu bara
01 January 2022 21:34 WIB, 2022
KPK uraikan keterlibatan Sofyan Basir di PLTU Riau-1 pascaputusan bebas
06 November 2019 13:24 WIB, 2019