Satker SDKP: setahun 200 kapal beroperasi di Laut Arafura
Kamis, 23 Juni 2016 18:27 WIB
Merauke (Antara Papua) - Kepala Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) Kabupaten Merauke Herwin Salurante mengungkapkan setiap tahun jumlah kapal nelayan dari luar Merauke yang masuk dan menangkap ikan di Laut Arafura mencapai 200 unit.
"Kapal-kapal itu mempunyai pangkalan di Lampu Satu Distrik Merauke dan pantai Kumbe Distrik Semangga. Kapal-kapal lainnya beroperasi di Wanam Distrik Ilwayap namun belum terdata," kata Herwin, di Merauke, Kamis.
Ia mengatkan kapal-kapal berbendera Indonesia ini hanya menjadikan pelabuhan di Merauke sebagai tempat persinggahan.
Walau tidak melarang nelayan untuk mencari ikan, kata Herwin, ada beberapa aturan yang harus dijalani misalnya tidak menangkap hiu paus sebab spesies itu harus dilindungi.
"Untuk jenis hiu martil dan koboi boleh ditangkap namun dilarang ekspor. Jenis ikan ini hanya bisa diantarpulaukan dalam wilayah Indonesia," katanya.
Satu larangan lainnya yang diberlakukan bagi nelayan lokal dan luar daerah Merauke adalah tidak menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan atau udang.
"Alat tangkap yang dipakai jaring gilnet, bolset dan pancing. Jadi yang kami awasi itu cara penangkap dan dampaknya serta jenis-jenisnya," ujarnya. (*)
"Kapal-kapal itu mempunyai pangkalan di Lampu Satu Distrik Merauke dan pantai Kumbe Distrik Semangga. Kapal-kapal lainnya beroperasi di Wanam Distrik Ilwayap namun belum terdata," kata Herwin, di Merauke, Kamis.
Ia mengatkan kapal-kapal berbendera Indonesia ini hanya menjadikan pelabuhan di Merauke sebagai tempat persinggahan.
Walau tidak melarang nelayan untuk mencari ikan, kata Herwin, ada beberapa aturan yang harus dijalani misalnya tidak menangkap hiu paus sebab spesies itu harus dilindungi.
"Untuk jenis hiu martil dan koboi boleh ditangkap namun dilarang ekspor. Jenis ikan ini hanya bisa diantarpulaukan dalam wilayah Indonesia," katanya.
Satu larangan lainnya yang diberlakukan bagi nelayan lokal dan luar daerah Merauke adalah tidak menggunakan pukat harimau untuk menangkap ikan atau udang.
"Alat tangkap yang dipakai jaring gilnet, bolset dan pancing. Jadi yang kami awasi itu cara penangkap dan dampaknya serta jenis-jenisnya," ujarnya. (*)
Pewarta : Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Papua siapkan 38.775 ton beras penuhi kebutuhan warga di Bumi Cenderawasih
02 April 2026 19:47 WIB
BPS Papua sebut 20 komoditas di Bumi Cenderawasih penyumbang inflasi pada Maret 2026
02 April 2026 12:30 WIB
BPS sebut tiga negara tujuan utama jadi ekspor besar Papua pada Februari 2026
02 April 2026 12:26 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Bulog Papua siapkan 38.775 ton beras penuhi kebutuhan warga di Bumi Cenderawasih
02 April 2026 19:47 WIB
BPS Papua sebut 20 komoditas di Bumi Cenderawasih penyumbang inflasi pada Maret 2026
02 April 2026 12:30 WIB
BPS sebut tiga negara tujuan utama jadi ekspor besar Papua pada Februari 2026
02 April 2026 12:26 WIB